Wamenag Pastikan Pembatalan Haji Tidak Terkait Penguatan Rupiah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim melakukan tawaf dengan mengelilingi Kakbah saat melakukan ibadah Haji di Mekkah, Saudi Arabia, 26 Agustus 2017. Ibadah haji dilakukan oleh umat Muslim setiap tahunnya pada tanggal 8-12 Dzulhijjah. REUTERS

    Umat Muslim melakukan tawaf dengan mengelilingi Kakbah saat melakukan ibadah Haji di Mekkah, Saudi Arabia, 26 Agustus 2017. Ibadah haji dilakukan oleh umat Muslim setiap tahunnya pada tanggal 8-12 Dzulhijjah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi menegaskan bahwa keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan jamaah haji Indonesia tahun ini tidak terkait dengan upaya penguatan nilai tukar rupiah.

    "Tidak benar jika ada tuduhan pembatalan keberangkatan jemaah haji karena ada motif-motif lain, seperti akan menggunakan uang jamaah untuk memperkuat nilai tukar rupiah," kata Zainut di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020.

    Dia menyebut tuduhan bahwa pemerintah mengambil keputusan tersebut untuk memperkuat nilai tukar rupiah sebagai tuduhan yang tidak berdasar.

    "Kami sangat menghormati kritik sepanjang kritik tersebut dilandasi niat yang baik, obyektif dan argumentatif. Bukan kritik yang subyektif, asumtif dan hanya untuk mencari sensasi semata," kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu sebelumnya juga menegaskan bahwa pembatalan pemberangkatan jamaah haji tidak ada kaitannya dengan upaya penguatan rupiah menggunakan dana haji.

    Anggito mengatakan wacana penguatan rupiah menggunakan dana haji mengemuka dalam obrolan daring saat halalbihalal dengan jajaran pejabat Bank Indonesia jauh hari sebelum pemerintah memutuskan membatalkan pengiriman jamaah haji ke Tanah Suci guna menekan dampak pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.