Pemerintah Sebut Masyarakat Sudah Mulai Peduli dengan Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamaah Masjid At Tin saat Shalat Jumat perdana, Jumat, 5 Juni 2020. usai penutupan sejak April 2020 akibat wabah COVID-19. ANTARA

    Jamaah Masjid At Tin saat Shalat Jumat perdana, Jumat, 5 Juni 2020. usai penutupan sejak April 2020 akibat wabah COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyebut banyak masyarakat yang sudah paham untuk saling melindungi di tengah pandemi Covid-19.

    Salah satu hal yang Yurianto lihat adalah ketika antar individu mulai untuk berani saling menegur jika tidak menerapkan protokol kesehatan saat berada di tempat umum.

    "Mulai banyak masyarakat yang menegur jika tidak pakai masker, bergerombol. Banyak masyarakat yang kecewa melihat orang lain tidak mematuhi," ujar Yurianto melalui telekonferensi streaming pada Jumat, 5 Juni 2020.

    Yurianto menuturkan, saling menegur itu memberikan gambaran masyarakat peduli dengan keadaan saat Covid-19.

    "Gambaran inilah yang pelan tapi pasti kami harapkan sehingga kemudian masyarakat bisa menjadi kontrol bagi masyarakatnya sendiri untuk bisa bersama-sama mematuhi protokol," ucap Yurianto.

    Berdasarkan data terbaru pada hari ini, 5 Juni 2020, ada penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sebesar 703, sehingga total kini menjadi 29.521 kasus.

    Lalu, untuk pasien sembuh kini bertambah menjadi 9.443 orang dari sebelumnya 8.892 orang. Sedangkan, untuk pasien meninggal menjadi 1.770 orang, dari sebelumnya 1.721 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.