Doni Monardo: 102 Kabupaten-Kota Bersiap Masuk Program Produktif

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberikan cairan hand sanitizer saat melakukan simulasi pembukaan pada new normal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. Taman Mini Indonesia Indah melakukan simulasi jelang kembali beroperasinya pada new normal dengan membatasi jumlah pengunjung serta tetap menjalankan protokol kesehatan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas memberikan cairan hand sanitizer saat melakukan simulasi pembukaan pada new normal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. Taman Mini Indonesia Indah melakukan simulasi jelang kembali beroperasinya pada new normal dengan membatasi jumlah pengunjung serta tetap menjalankan protokol kesehatan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan persiapan pelaksanaan program masyarakat produktif di 102 kabupaten atau kota telah dimulai.

    "Berdasarkan laporan yang kami terima, kebijakan tersebut telah mendapat respons baik oleh para pemimpin daerah di 102 kabupaten atau kota," kata Doni melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020.

    Doni mengatakan pelaksanaan program masyarakat produktif yang aman dari Covid-19 akan berlaku bagi daerah yang berada di zona hijau. Para pimpinan daerah di wilayah tersebut akan diberikan kewenangan untuk memulai prakondisi.

    Selanjutnya, para pimpinan daerah mengupayakan persiapan dengan seksama dan membangun komunikasi dengan semua kelompok masyarakat serta bergotong royong.

    "Hingga saat ini laju peningkatan kasus di beberapa daerah sudah bisa ditekan, meskipun di beberapa daerah lainnya masih belum maksimal," tuturnya.

    Menurut Doni, pelaksanaan masyarakat produktif yang aman dari Covid-19 harus dilakukan secara terencana dengan memperhatikan beberapa hal, meliputi waktu yang tepat, sektor yang diprioritaskan, koordinasi yang ketat antara pusat dan daerah, serta pemantauan dan penilaian.

    "Untuk memastikan tahapan-tahapan terlaksana perlu pengawasan dan pengendalian agar masyarakat produktif yang aman dari Covid-19 tercapai," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.