Tambang Emas Ilegal Renggut 3 Nyawa

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Area penambangan emas ilegal yang ditutup pihak keamanan di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku, Rabu, 28 November 2018. Tambang emas ilegal itu mengakibatkan kebun sagu seluas 40 hektare mengalami kerusakan akibat tercemar merkuri. ANTARA

    Area penambangan emas ilegal yang ditutup pihak keamanan di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku, Rabu, 28 November 2018. Tambang emas ilegal itu mengakibatkan kebun sagu seluas 40 hektare mengalami kerusakan akibat tercemar merkuri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jambi - Tiga pekerja tewas akibat tertimbun dalam tambang emas ilegal atau Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, Jambi.

    Kapolres Merangin AKBP M. Lutfi mengatakan tambang emas ilegal jenis dompeng memakan korban pada pukul 15.00 WIB pada Kamis, 4 Juni 2020. 

    “Tiga orang yang menjadi Korban PETI, sekarang kami melakukan penyelidikan,” kata Lutfi dalam keterangan tertulis pada Kamis lalu seperti dikutip Antara.

    Para korban adalah Saiman warga Desa Tegalrejo serta Parnawi dan Karnadi warga SPE Tabir Selatan.

    ADVERTISEMENT

    Kejadian bermula pada saat ketiga korban sedang bekerja di tambang ilegal lubang dompeng bersama penambang lainnya. Tiba-tiba lubang longsor lalu ketiganya tertimbun.

    Masyarakat di sekitar tambang berusaha melakukan penggalian untuk menolong para korban. Mereka bisa dievakuasi setelah dua jam dalam pencarian tapi sudah tak bernyawa.

    Jasad korban dibawa ke puskesmas terdekat sebelum diantar ke rumah duka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.