PBNU Beri Sejumlah Catatan pada Jokowi soal Penanganan Covid-19

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini dan Wasekjen Masduki Baidlowi saat ditemui jelang Munas-Konbes NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, 27 Februari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini dan Wasekjen Masduki Baidlowi saat ditemui jelang Munas-Konbes NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, 27 Februari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU Helmy Faishal Zaini menyampaikan sejumlah catatan kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan 8 tokoh lintas agama di Istana Negara, pada Selasa, 2 Juni 2020.

    Helmy menuturkan PBNU sudah ikut berperan melalui Gugus Tugas NU Peduli Covid-19 yang membagi program kerjanya menjadi dua. “Pertama bersifat respons dan kedua bersifat rekonstruksi,” kata Helmy dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 4 Juni 2020.

    Ia menjelaskan, program berupa respons diupayakan dengan melakukan tindakan preventif, kuratif, dan penguatan jaring pengaman sosial. Adapun program yang bersifat respons dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan-pelatihan untuk peningkatan skill dan keterampilan warga.

    PBNU juga memberi catatan kepada Jokowi untuk melakukan realokasi anggaran. Helmy meminta agar konsentrasi anggaran diarahkan untuk memperbanyak program yang memberikan efek langsung ke warga yang terdampak pandemi. “Program-program yang tidak memiliki kaitan dan dampak langsung bagi masyarakat yang terimbas pandemi ini harus ditunda,” ujarnya.

    PBNU, kata Helmy, juga mendorong pemerintah memberi perhatian kepada madrasah, sekolah, dan pesantren. Jika kelaziman baru atau new normal diterapkan, PBNU meminta adanya pemenuhan segala hal yang menunjang protokol kesehatan.

    Menurut Helmy, semua pihak harus membangun optimisme di tengah masyarakat. Ia juga meminta masyarakat bersyukur bahwa Indonesia masih aman dan damai di saat beberapa negara mengalami gejolak.

    Tentang penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2020, Helmy mengatakan agar umat Islam yang sudah terdaftar sebagai peserta haji untuk bersabar. “Dan kepada pemerintah agar dapat mengelola perubahan jadwal secara cermat, hak-hak kepesertaan haji untuk tetap terjaga,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.