WNI dari Luar Negeri Disebut Banyak Tak Mau Pulang ke Kota Asal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo (dua kiri), bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) mengamati Robot AUMR yang diserahterimakan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa 2 Juni 2020. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

    Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo (dua kiri), bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) mengamati Robot AUMR yang diserahterimakan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa 2 Juni 2020. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo mengatakan banyak warga negara Indonesia (WNI) yang baru saja pulang ke Indonesia menolak untuk kembali ke tempat asalnya masing-masing. Mereka saat ini masih memilih untuk bertahan di tempat karantina sejak tiba di Indonesia.

    "Dari 15 ribu sekian orang yang tadi telah kembali, baik di Bali maupun di Jakarta, ternyata banyak juga yang belum mau dipulangkan ke daerah asal," ujar Doni dalam konferensi pers usai rapat terbatas, Kamis, 4 Juni 2020.

    Doni mengatakan ada 783 WNI di Wisma Karantina Pademangan, yang sudah melalui proses karantina dan dinyatakan negatif Covid-19. Mereka seharusnya sudah bisa pulang ke tempat masing-masing. Namun Doni mengatakan mereka meminta untuk tetap bertahan sampai dengan ada kepastian mereka akan ke mana.

    "Karena sebagian besar dari mereka ini belum tahu apa kegiatan yang akan mereka lakukan. Termasuk kalau ke kampung halaman pun belum tentu mereka mendapatkan pekerjaan di kampung halaman," kata Doni.

    Bahkan Doni mengatakan ada 202 orang yang sampai sekarang masih bertahan dan berencana mencari kerja di Jakarta dan sekitarnya.

    Berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), WNI yang tercatat akan kembali berjumlah 141.423 orang. Sementara itu yang telah tiba di Jakarta dan Bali mencapai 15.343 orang. Adapun yang menggunakan jalur Batam, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara mencapai 79.444 orang.

    "Sebagian lagi masih dalam proses kepulangan, terutama warga negara kita yang bekerja di sejumlah kapal-kapal pesiar dan juga di beberapa negara lainnya," kata Doni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.