Jokowi Ingin Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 Lebih Sesuai Pasar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) tertawa saat menyaksikan drama berjudul #PrestasiTanpaKorupsi di SMKN 57 Jakarta, 9 Desember 2019. Drama itu dipentaskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama dan Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Biro Setpres

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) tertawa saat menyaksikan drama berjudul #PrestasiTanpaKorupsi di SMKN 57 Jakarta, 9 Desember 2019. Drama itu dipentaskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama dan Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Biro Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar peta jalan pendidikan (roadmap) Indonesia 2020-2035 dapat lebih menyesuaikan kebutuhan pasar. Karena itu, ia meminta dibuat beberapa perubahan dalam roadmap saat ini.

    "Kita harus mengantispasi perubahan besar yang terjadi di dunia ini," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas roadmap pendidikan 2020-2035, lewat teleconference, Kamis, 4 Juni 2020.

    Ia mengatakan saat ini dunia sudah mulai berubah. Terjadi disrupsi teknologi yang berdampak pada semua sektor, baik penerapan otomatisasi, artificial intelligence, hingga big data. Jokowi juga meminta agar Indonesia ikut mengantisipasi perubahan demografi, profil sosio-ekonomi dari populasi.

    "Termasuk dari perubahan pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel," kata Jokowi.

    Adanya pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia dan dunia, juga diminta Jokowi ikut menjadi pertimbangan. Ia mengatakan terjadi perubahan struktural yang besar akibat pandemi ini, seperti adanya pembelajaran jarak, percepatan digitalisasi, hingga less contact economy.

    Ia meminta benchmarking dilakukan terhadap negara-negara yang berhasil mengadaptasi sistem pendidikan yang untuk memenuhi perubahan di masa depan. Seperti di Australia untuk pendidikan anak usia dini, Islandia untuk pendidikan dasar dan menengah, di Jerman untuk pendidikan vokasi, dan di Korea Selatan untuk perguruan tinggi.

    "Karena cara bekerja di masa depan akan jauh lebih berbeda dengan hari ini, maka pembentukan SDM yang unggul tidak bisa lagi berdasarkan perkembangan ilmu yang berdasarkan tren masa lalu, tapi tren masa depan," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.