Masyarakat Diminta Waspadai Akun Twitter Novel Baswedan Palsu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Baswedan mengenakan topi sebagai pelindung matanya dari cahaya saat menyapa awak media usai berlangsungnya rekonstruksi penyiraman air keras di kediamannya, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Novel mengatakan dia tidak ingin penglihatan mata kanannya memburuk karena lampu sorot yang digunakan saat reka adegan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Novel Baswedan mengenakan topi sebagai pelindung matanya dari cahaya saat menyapa awak media usai berlangsungnya rekonstruksi penyiraman air keras di kediamannya, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Novel mengatakan dia tidak ingin penglihatan mata kanannya memburuk karena lampu sorot yang digunakan saat reka adegan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengingatkan masyarakat bahwa ada orang yang mencatut nama penyidik senior komisi antirasuah Novel Baswedan untuk membuat akun Twitter.

    Dua akun yang diduga mencatut itu ialah @NovelBaswedanID dan @NovelBaswedan_.

    "Hati-hati akun ini @BaswedanID bukan akun Twitter Novel Baswedan," kata Febri lewat akun Twitternya, Kamis, 4 Juni 2020. Febri mengatakan Novel hanya menggunakan akun dengan nama @nazaqistsha.

    Ketika dikonfirmasi, Febri berharap masyarakat tak mendapat informasi yang keliru dari akun-akun yang mencatut nama Novel. "Agar masyarakat tidak mendapat informasi yang keliru dari akun yang menggunakan nama Novel Baswedan," kata dia.

    Akun yang memakai nama @BaswedanID bergabung dengan Twitter pada Maret 2020. Dilihat pada hari ini, akun tersebut telah memiliki 9.388 followers. Akun ini banyak mengunggah tulisan mengenai isu antikorupsi. Beberapa kali akun ini meretweet cuitan Febri dan mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.