Sambutan Ma'ruf Amin di Acara UIN Malang Via Zoom Diretas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Mar'uf Amin menggunakan hand sanitizer setelah berolahraga, di kediamannya, Jumat, 27 Maret 2020. Foto: Setwapres

    Wakil Presiden Mar'uf Amin menggunakan hand sanitizer setelah berolahraga, di kediamannya, Jumat, 27 Maret 2020. Foto: Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Acara Webinar yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang via zoom diretas saat Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan dalam acara itu.

    Ma'ruf menjadi pembicara dalam acara dengan topik “Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Menuju Era New Normal”. Ia tidak hadir secara langsung karena sedang mengikuti rapat terbatas dengan presiden, namun dia tetap menyampaikan pidato yang telah direkam.

    Di pertengahan tayangan pidato Ma'ruf, tampilan zoom diretas. Wajah Ma'ruf di layar tersebut dicoret-coret dengan tinta merah bertuliskan 'Gak Ada'

    Sontak para peserta webinar kaget. Sebagian besar mengira layar komputer pihak Istana Wapres sedang dimain-mainkan anak kecil. "Gimana nih komputer Istana Wapres dimain-mainin bocah. Jangan dicoret-coret dong layarnya," ujar salah satu peserta webinar via zoom, Kamis, 4 Juni 2020.

    Setelah wajah Ma'ruf dicoret-coret di layar, tampilan wajah ulama sepuh itu hilang. Kemudian muncul layar hitam bertuliskan huruf-huruf tak teratur. Sekilas terbaca 'Mundur, Ok'. Peretasan itu berlangsung sekitar tujuh menit terakhir hingga Ma'ruf selesai menyampaikan pidatonya.

    Zoombombing ini memang kerap terjadi. Zoombombing adalah bentuk ancaman pada para pengguna zoom. Para peretas masuk lewat link yang disebarkan maupun celah keamanan yang ada.

    Pakar keamanan siber dari CISSReC, lembaga kajian sistem keamanan informasi, Pratama Persadha mengatakan, para penyelenggara negara semestinya memakai aplikasi yang terbukti aman dan harus zero issues. Untuk jangka panjang, ujar dia, Indonesia harus mempunyai aplikasi video conference buatan anak bangsa yang aman dan bisa dipakai secara luas.

    "Pemerintah melalui BSSN maupun Kominfo harus bisa melahirkan aplikasi video conference yang bisa dipakai oleh negara. Sehingga kita tidak tergantung dari luar," ujar Pratama lewat keterangan tertulis pada Jumat, 17 April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.