Jokowi Targetkan 20 Ribu Uji Spesimen Per Hari

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. Kasus Nomor 1 suspect COVID-19 yang dalam masa observasi kondisinya juga sudah sembuh dan masih menunggu hasil uji spesimen dari laboratorium di Jakarta. ANTARA

    Seorang petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. Kasus Nomor 1 suspect COVID-19 yang dalam masa observasi kondisinya juga sudah sembuh dan masih menunggu hasil uji spesimen dari laboratorium di Jakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menargetkan uji spesimen Covid-19 bagi masyarakat Indonesia menembus angka 20 ribu per hari. Ia meyakini hal ini bisa dilakukan.

    "Saya harapkan target berikutnya, ke depan adalah 20 ribu per hari. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana," ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas Covid-19, yang digelar secara teleconference, Rabu, 4 Juni 2020.

    Peningkatan target ini tak terlepas dari sudah terpenuhinya target awal yang Jokowi minta. Sebelumnya, Jokowi ingin target 10 ribu uji spesimen dapat terpenuhi untuk menanggulangi penularan virus tersebut di Indonesia.

    "Untuk pengujian spesimen saya kira saya menyampaikan terima kasih bahwa target pengujian spesimen yang dulu saya targetkan 10 ribu, ini sudah terlampaui," kata Jokowi.

    Ia pun meminta agar pelacakan terhadap kasus-kasus lain bisa dilakukan secara lebih agresif lagi. Jokowi mengusulkan pelacakan dimbantu dengan menggunakan bantuan sistem teknologi telekomunikasi.

    "Bukan dengan cara-cara konvensional lagi. Seperti yang kita lihat di negara-negara lain. Misalnya di Selandia Baru mereka menggunakan digital diary. Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS untuk data-data. Sehingga pelacakan lebih termonitor dengan baik," kata Jokowi.

    Tak hanya itu, Jokowi juga mengatakan penanggulangan juga harus didukung dengan pembenahan data lewat upaya pemusatan data menjadi satu. Ia ingin manajemen untuk satu data ini sudah mulai diperbaiki mulai saat ini.

    "Sehingga kita nantinya bisa melaporkan secara real time dari laboratorium, dari Gugus Tugas yang ada di daerah-daerah," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.