Ke Surabaya, Doni Monardo Temui Khofifah dan Risma

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Ketua BNPB Doni Monardo. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Ketua BNPB Doni Monardo. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota, Selasa sore, 2 Juni 2020. Doni datang bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Mantan Danjen Kopassus itu menemui Risma hanya selang beberapa jam setelah bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi, Surabaya dan meresmikan Rumah Sakit Lapangan Covid-19 di Jalan Indrapura.

    Kepada Terawan dan Doni, Risma melaporkan langkah-langkah yang telah ditempuh dalam menangani penyebaran wabah Covid-19. Di antaranya dengan tracing masif dan pemetaan wilayah. Dari tracing tersebut, kata Risma, ditemukanlah orang dengan risiko (ODR) Covid-19. Ia mencontohkan bila di sebuah perusahaan terdapat satu orang positif covid. “Orang itu langsung kita ikuti (tracing) seluruh keluarganya, dan itu kami masukkan ODR,” kata Risma dalam keterangan tertulis.

    Risma juga menuturkan bahwa pihaknya sedang gencar melakukan rapid test massal dan swab di beberapa lokasi yang dinilai menjadi episenter covid. Menurutnya, sampai hari ini Pemkot Surabaya telah melakukan tes cepat kepada 27 ribu orang. “Kadang lokasinya di sepanjang jalan, kadang di masjid,” kata Risma.

    Menteri Terawan mengapresisasi langkah-langkah yang diterapkan pemkot. Ia bahkan mengaku kagum dengan tindakan Pemkot Surabaya dalam upayanya memutus rantai covid. “Saya melihat ini luar biasa Ibu, etosnya, semangatnya, meski dengan keterbatasan (alat) dan itu luar biasa. Kalau orang lain boleh menilai yang lain, tapi saya melihat ini luar biasa,” kata Terawan.

    Adapun Doni Monardo mengatakan kehadiriannya di Surabaya merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo agar memberi dukungan kepada Jawa Timur dalam menangani wabah covid, khususnya di Surabaya. “Kami mengikuti terus perkembangan Kota Surabaya. Jadi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Kota Surabaya saya rasa ini sudah sangat baik,” kata Doni.

    Sebelumnya, hubungan Khofifah dan Risma sempat memanas setelah Risma meradang karena dua unit mobil PCR kiriman BNPB yang menurutnya untuk Surabaya, dibawa ke Lamongan dan Tulungagung oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov Jawa Timur, Jumat, 29 Mei. Dengan amarah meluap, Risma menuding tindakan tersebut ‘ngawur’ dan ‘menyerobot’ karena dari komunikasi melalui WA dengan Doni, disebutkan bahwa prioritas mobil PCR BNPB untuk Surabaya.

    Namun Khofifah berujar bahwa dengan masih ada satu mobil laboratorium yang stand by di Surabaya (milik Badan Intelijen Negara), serta lab-lab yang ada, Surabaya dinilai masih cukup. Adapun di daerah yang tak memiliki lab memadai, keberadaan mobil PCR juga sangat dibutuhkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.