Kepada Jokowi, Muhammadiyah Kritik Komunikasi Para Menteri

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Muhammadiyah.or.id

    Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Muhammadiyah.or.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Para tokoh lintas agama, termasuk pimpinan Muhammadiyah, menyampaikan sejumlah kritik dan masukan kepada pemerintah dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara sore ini, Selasa, 2 Juni 2020.

    Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti memberikan sejumlah masukan sekaligus kritik kepada Jokowi.

    "Pertama, kami meminta pemerintah memperbaiki komunikasi politik, terutama terkait dengan pernyataan para menteri yang tidak senada dan seirama," ujar Abdul Mu'ti lewat keterangan tertulisnya hari ini.

    Mu'ti menerangkan jika pernyataan para menteri bertentangan satu sama lain maka para tokoh agama pun kesulitan membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam penanganan Covid-19.

    "Kami juga meminta pemerintah memperbaiki kerjasama dengan ormas, termasuk ormas keagamaan dan menjaga ketenangan dengan meminimalkan kegaduhan politik," ujarnya.

    Presiden Jokowi, menurut Abdul Mu'ti, mendengar masukan dari seluruh tokoh lintas agama. Jokowi lalu meminta para tokoh agama semakin kuat membantu mengajak masyarakat meningkatkan disiplin nasional di tengah pandemi Covid-19.

    Dalam pertemuan itu hadir Helmy Faishal Zaini (PBNU), Abdul Mukti (PP Muhammadyah), KH. Muhyiddin Junaidi (MUI), Pdt. Gomar Gultom (PGI), Ignatius Kardinal Suharyo (KWI), Wisnu Tenaya (PHDI), Arief Harsono (Permabudhi) dan Xs Budi Santoso Tanuwibowo (Matakin).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.