Simak Paket Komplit Bantuan Gugus Tugas Covid-19 untuk Jatim

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Ketua BNPB Doni Monardo. ANTARA/Nova Wahyudi

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Ketua BNPB Doni Monardo. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyerahkan bantuan alat pelindung diri atau APD, ventilator, alat tes kesehatan Covid-19, dan robot disinfektan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    “Kami harapkan Jawa Timur dapat segera teratasi kondisinya. Terkhusus dapat semakin turun (jumlah) kasusnya,” kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam keterangan tertulis hari ini, Selasa, 2 Juni 2020.

    Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo menyampaikan, robot disinfektan untuk Jawa Timur adalah Autonomus UVC Mobile Robot (AUMR) di bawah kendali Robotics Research Center Telkom University, yang dinaungi Kementerian Riset dan Teknologi.

    Secara teknis, robot ini memanfaatkan sinar Ultraviolet (UV) dari enam buah neon untuk membunuh virus dan bakteri lainnya.

    Satu dari enam neon tersebut dapat memancarkan sinar UV dengan frekuensi 200-254 nanometer (nm), yang mana DNA virus yang terpapar sinar akan menyerap.

    Walhasil, RNA atau sel protein virus terlepas dari DNA, yang kemudian menyebabkan virus mati.

    Robot karya anak bangsa ini sebelumnya sudah digunakan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. 

    Doni meminta Pemprov jawa Timur memanfaatkan robot tersebut di tiap-tiap laboratorium dan ruang isolasi. Dia pun berharap robit disinfektan itu dapat bekerja lebih maksimal dalam membunuh virus. 

    Khofifah sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur mengatakan bantuan tersebut amat dinantikan. Apalagi, jumlah kasus positif di Jawa Timur masih menunjukkan kenaikan.

    “Kami tentunya sangat berterima kasih atas ‘oleh-oleh’ yang dibawa untuk kami, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga angka kasus Covid-19 ini dapat segera diturunkan,” kata Khofifah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.