Antisipasi Kemarau, BRG Gelar Bimtek Konsesi Perkebunan di Kalimantan Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supervisi lapangan BRG di areal perusahaan perkebunan sebelum pandemi COVID-19.

    Supervisi lapangan BRG di areal perusahaan perkebunan sebelum pandemi COVID-19.

    INFO NASIONAL — Memasuki bulan Juni, beberapa provinsi di Indonesia perlu mewaspadai kebakaran lahan gambut di musim kemarau. Menyikapi hal ini, Badan Restorasi Gambut (BRG) melalui Sub Pokja Pengelolaan Lahan Konsesi pada Kedeputian Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) online kepada 13 perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat.

    “Pada tahun 2019, Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah areal terbakar di lahan konsesi yang cukup besar. Karena itu, upaya edukasi kepada pemegang konsesi penting ditingkatkan,” ujar Kepala Sub Kelompok Kerja Pengelolaan Lahan Konsesi BRG, Dermawati Sihite.

    Bimtek Restorasi Gambut untuk pengelola konsesi ini dilakukan pada April lalu dan diikuti 20 orang peserta mewakili 13 perusahaan. Di Kalbar sendiri setidaknya ada 36 perusahaan perkebunan yang berada di wilayah target restorasi gambut.

    Dermawati juga menambahkan bahwa Bimtek sudah dilaksanakan oleh BRG di 5 provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau. Kalimantan Barat merupakan provinsi ke-6 dari 7 provinsi prioritas restorasi gambut di Indonesia.

    Selain melalui Bimtek, kegiatan supervisi dilakukan melalui kunjungan langsung kepada pemegang konsesi. Secara keseluruhan, Bimtek sudah diikuti oleh 74 pemegang konsesi perkebunan dan supervisi melalui kunjungan langsung dilakukan pada 33 konsesi perkebunan.

    Kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu fungsi edukasi BRG, yaitu pemberian asistensi teknis kepada pemegang konsesi untuk melaksanakan restorasi gambut sesuai peraturan perundang-undangan.

    Tiga pakar jadi pemberi materi dalam Bimtek ini, yaitu Prof. Azwar Maas dari UGM, Ir. L. Budi Triadi dari Kementerian PUPR dan Prof. Bambang Hero Saharjo dari IPB. Mereka masing-masing memberikan materi tentang karakteristik lahan gambut, hidrologi dan tata air di lahan gambut serta pengendalian kebakaran lahan gambut.

    Pemahaman tentang karakteristik lahan gambut yang ada di areal kerja dan areal sekitar penting dimiliki oleh pemegang konsesi. Pemahaman tersebut bukan saja dari segi fisik namun juga dari sisi sosial. Selain memahami karakteristik lahan gambut, pemegang konsesi juga perlu melakukan penataan air agar gambut tetap basah.

    “Konsep keseimbangan dan berbagi air menjadi bagian penting dalam upaya restorasi gambut, pengurangan laju kerusakan gambut dan upaya pencegahan kebakaran lahan,” ujar Prof Azwar Maas.

    Prof. Bambang Hero Saharjo dari IPB menambahkan, menjelang musim kemarau, semua pihak harus waspada terhadap ancaman bahaya kebakaran khususnya pada lahan gambut. Perusahaan peserta Bimtek online tetap perlu diberikan supervisi di lapangan, bila kondisi sudah memungkinkan, agar mereka tidak mendengar teori saja tapi juga praktik di lapangan.

    Prof Bambang adalah ahli kebakaran hutan dan lahan dan saat ini aktif menjadi Kepala Laboratorium Kebakaran Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Beliau juga mengingatkan kepada perusahaan untuk semenjak dini menyiapkan diri, segera mengecek kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana kebakaran lahan dan hutan.

    Muzakki dari PT NJP yang menjadi salah satu peserta Bimtek menyampaikan bahwa, pelatihan dengan cara daring cukup bagus, walaupun masih belum bisa mengalahkan pertemuan secara fisik.

    “Panitia baiknya memberikan materi terlebih dahulu kepada peserta untuk dipelajari. Peserta yang merupakan para praktisi akan bisa menyiapkan studi kasus yang mereka hadapi kalau mereka tahu terlebih dahulu apa yang akan dipelajari,” kata Muzakki menyarankan.

    Pada Bimtek ini, pihak perusahaan juga melakukan penilaian diri terhadap upaya restorasi yang telah mereka lakukan. Dengan informasi ini, para pakar yang disiapkan BRG memberikan saran-saran perbaikan terhadap upaya restorasi di lahan konsesi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.