KPK Terima 58 Laporan Gratifikasi Lebaran

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lapak penjualan parsel Lebaran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat, 22 Mei 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Lapak penjualan parsel Lebaran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat, 22 Mei 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima 58 laporan gratifikasi terkait Ramadan dan Idul Fitri 2020. Jumlahnya Rp 62,8 juta.

    KPK menerima laporan itu dari pejabat pemerintah pusat hingga daerah. Jumlah pelapor dari kementerian berjumlah 28, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebanyak 22 laporam, serta 8 laporan dari BUMN dan BUMD.

    Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ipi Maryati berkata laporan tersebut berupa parcel makanan, barang pecah belah, vocer dan uang, dengan nilai laporan terendah Rp 50 ribu hingga Rp 10 juta.

    "Tujuan pemberian dimaksudkan sebagai tambahan uang dalam menyambut bulan suci Ramadan, tunjangan hari raya Idul Fitri hingga ucapan terima kasih karena telah menggunakan produk tertentu," kata Ipi lewat keterangan tertulis, Senin, 1 Juni 2020.

    Ipi berkata kebanyakan pejabat membuat laporan lewat aplikasi Gratifikasi Online, disusul Unit Pengelola Gratifikasi dan surat elektronik. KPK mengimbau pegawai negeri dan penyelenggara negara untuk segera melapor gratifikasi yang diterima. Laporan harus dibuat paling lama 30 hari setelah penerimaan. Bila tidak, maka ada unsur pidananya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H