Polisi: Ada Dokumen ISIS Milik Penyerang Kantor Polisi di Kalsel

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota ISIS mengibarkan bendera di Raqqa, 29 Juni 2014.

    Anggota ISIS mengibarkan bendera di Raqqa, 29 Juni 2014.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menemukan sejumlah dokumen soal ISIS dari pelaku penyerangan Markas Kepolisian Sektor Daha Selatan, Kalimantan Selatan. Penyerangan itu terjadi Senin, 1 Juni 2020 dini hari sekitar pukul 02.15 WITA.

    "Kami menemukan barang bukti yakni sepeda motor, dokumen beridentitas ISIS seperti syal dan ID card, serta selembar surat wasiat bertulis tangan dan Al-quran kecil yang disimpan di tas pinggang pelaku," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Komisaris Besar Mochamad Rifa’i saat dihubungi pada Senin, 1 Juni 2020.

    Insiden itu bermula ketika Brigadir Leonardo Latupapua, Brigadir Djoman Sahat Manik Raja, Brigadir Dua M. Azmi, tengah bertugas piket malam.

    Ketika sedang berjaga itu, Bripda Azmi mendengar keributan di ruang SPKT. Ia pun bergegas ke ruangan tersebut, dan menemukan Brigadir Leonardo sudah dalam keadaan terluka akibat senjata tajam.

    Bripda Azmi pun meminta bantuan kepada Brigadir Djoman. "Keduanya balik ke ruang SPKT, tetapi sampai di sana, mereka malah dikejar oleh orang tak dikenal dengan pedang," kata Rifa'i.

    Kedua anggota polisi itu berlari ke ruangan lain dan mengunci ruangan sambil menelpon ke Markas Kepolisian Resor Hulu Sungai Selatan untuk meminta bantuan. "Sampai bantuan datang, OTK tersebut tak mau menyerahkan diri. Akhirnya anggota menembak pelaku. Meninggal di rumah sakit," kata Rifa'i. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.