Risma Sebut UMKM di Surabaya Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. ANTARA/Didik Suhartono

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma menyatakan ratusan usaha mirko kecil menengah (UMKM) di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini tetap bisa bertahan meski harus berjuang di tengah pandemi Covid-19.

    "Tuhan memberikan kesempatan kepada semuanya untuk belajar dalam kondisi yang tersulit sekalipun," kata Wali Kota Risma di Surabaya, Senin, 1 Juni 2020.

    Menurut dia, di tengah pandemi ini memang banyak UMKM di Surabaya yang berada di situasi yang kurang bagus. Apalagi, kata Risma, ketika dahulu pemerintah kota memulai program Pahlawan Ekonomi pada 2010 kondisi para UMKM ini juga tidak terlalu bagus.

    Hal ini, kata dia, dikarenakan kebanyakan para pelaku UMKM yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi terkadang tidak punya kepercayaan diri, kapasitas yang bagus, dan kualitas produk yang pas-pasan.

    Risma mengatakan saat ini pelaku UMKM mendapatkan cobaan. Namun, ia menuturkan, kalau dilihat lebih jernih dan secara jauh lagi, justru saat ini Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar dalam kondisi yang tersulit sekalipun.

    Sehingga, kata dia, apabila nantinya mendapatkan cobaan atau gangguan selain pandemi ini, maka sudah bisa bertahan. "Jadi, kalau suatu ketika dalam perjalanan usaha kita mendapatkan cobaan, kita sudah lebih siap dan lebih bertahan karena kita sudah bisa bertahan dan mendapatkan pelajaran dari Tuhan," ujarnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.