Jokowi: Situasi Sulit Masih Kita Hadapi Tahun Ini dan Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 26 Mei 2020. Kehadiran Presiden itu untuk meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau, wabah COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 26 Mei 2020. Kehadiran Presiden itu untuk meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau, wabah COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berpesan kepada masyarakat bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan berat akibat pandemi Covid-19. Hal ini juga dirasakan 215 negara lain di dunia.

    "Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah tahun ini, atau bahkan tahun depan. Situasi yang sulit masih akan kita hadapi," kata Jokowi saat memberi sambutan di Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar secara daring, Senin, 1 Juni 2020.

    Untuk melewati masa sulit tersebut, Jokowi mengatakan dibutuhkan daya juang dan kerja keras Indonesia sebagai bangsa. Ia menegaskan dengan situasi ini, semua negara tengah berlomba untuk menjadi pemenang, termasuk Indonesia.

    "Semua dalam kesulitan, tapi kita juga harus menyadari semua negara tengah berlomba-lomba untuk menjadi pemenang, menjadi pemenang dalam pengendalian virus maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonominya," kata Jokowi.

    Sebagai bangsa besar, Jokowi ingin Indonesia menjadi pemenang dalam perlombaan tersebut. Caranya, kata dia, adalah dengan menjadi optimistis, dan menciptakan peluang di tengah kesulitan. Ia mengatakan Indonesia harus menjawab tantangan itu dengan inovasi dan karya nyata.

    "Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi dan berprestasi di tengah pandemi Covid ini," kata Jokowi.

    Ia mengatakan Indonesia harus bisa menunjukkan bahwa bangsa yang kuat bukan hanya mampu menghadapi tantangan, tapi bangsa yang memanfaatkan kesulitan menjadi lompatan kemajuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.