Jokowi: Dalam Menghadapi Ujian, Pancasila adalah Bintang Penjuru

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan disaksikan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoputri saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi memberikan sambutan disaksikan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoputri saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila secara daring, Senin, 1 Juni 2020.

    Dalam amanatnya, Jokowi menyebut pandemi Covid-19 menguji daya juang, pengorbanan, kedisplinan, dan ketenangan Indonesia dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.

    Ia pun bersyukur Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara. "Dalam menghadapi semua ujian tersebut kita bersyukur bahwa pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semuanya," kata Jokowi.

    Pancasila, kata Jokowi, dapat menggerakkan persatuan Indonesia dalam mengatasi semua tantangan, rasa kepedulian untuk saling berbagi dapat tergerakkan, hingga memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan masyarakat. Terlebih di situasi saat ini, di mana banyak masyarakat membutuhkan bantuan.

    Jokowi pun mengatakan nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    "Pancasila harus terus menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan kita, nilai yang hidup dalam kebijakan dan keputusan pemerintah, nilai yang terus hidup bergelora dalam semangat rakyat Indonesia," kata Jokowi.

    Ia pun mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai daerah untuk meneruskan keberpihakan kepada masyarakat yang sedang dalam kesulitan. Jokowi mengatakan Pancasila mengajak semua untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras, dan agama.

    "Serta untuk memenuhi kewajiban kita untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.