Jokowi Minta Kurva Covid-19 Mulai Turun Pada Mei, Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan menyemprotkan cairan disinfektan ke atas permukaan barang bawaan milik Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar MV Nieuw Amsterdam setibanya di Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat 29 Mei 2020. Sebanyak 418 orang WNI ABK MV Nieuw Amsterdam dan 400 WNI ABK MV Carnival Splendor menjalani serangkaian tes kesehatan sesuai protokol pencegahan COVID-19 seperti tes swab sebelum dibawa menuju hotel untuk menjalani isolasi mandiri. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Petugas kesehatan menyemprotkan cairan disinfektan ke atas permukaan barang bawaan milik Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar MV Nieuw Amsterdam setibanya di Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat 29 Mei 2020. Sebanyak 418 orang WNI ABK MV Nieuw Amsterdam dan 400 WNI ABK MV Carnival Splendor menjalani serangkaian tes kesehatan sesuai protokol pencegahan COVID-19 seperti tes swab sebelum dibawa menuju hotel untuk menjalani isolasi mandiri. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menetapkan target jumlah kurva Covid-19 melandai pada Mei 2020 dengan cara apapun. "Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai," ujar Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020.

    Sesuai target yang ditentukannya, kurva jumlah kasus Covid-19 sudah harus turun dan masuk posisi sedang di Juni. “Di Juli masuk posisi ringan. Dengan cara apapun,” kata Jokowi.

    Namun, sejak Jokowi mengeluarkan pernyataan itu, penambahan pasien positif Covid-19 di Indonesia masih terus naik. Bahkan pada Kamis, 21 Mei 2020, terjadi penambahan 973 kasus, tertinggi di Indonesia.

    Lantas seperti apa pergerakan kurva Covid di Indonesia sepanjang Mei 2020. Simak faktanya:

    Pada Rabu, 6 Mei 2020, ketika Jokowi mengeluarkan pernyataan soal kurva harus turun, jumlah pasien Covid di Indonesia ada pada angka 12.438 kasus. Keesokan harinya, bertambah menjadi 338 kasus. Lalu pada 8 Mei bertambah 336 kasus. Keesokan harinya, naik lagi menjadi 533 kasus. Dan pada 10 Mei bertambah 387 Kasus. Hingga 10 Mei jumlah pasien positif Covid-19 menjadi 14.032 kasus.

    Kemudian, pada 11 Mei ada penambahan 233 kasus. Keesokan harinya bertambah 484 kasus. Pada 13 Mei naik lagi menjadi 689 kasus. Pasien positif Covid-19 ini bertambah menjadi 569 kasus pada 14 Mei. Kemudian, naik lagi 490 kasus pada 15 Mei. 

    Pada 16 Mei, jumlah kasus bertambah 529 kasus. Dan selama lima hari kemudian secara berturut-turut bertambah menjadi 489 kasus, 496 kasus, 486 kasus, 693 kasus, dan pada 21 Mei bertambah 973 kasus. Hingga Kamis, 21 Mei 2020 jumlah kasus Covid di Indonesia adalah 20.162 pasien.

    Lalu pada 22 Mei bertambah 634 kasus. Kemudian, lima hari berturut-turut bertambah menjadi 949 kasus pada 23 Mei, 526 kasus, 479 kasus, 415 kasus, dan 686 pada 27 Mei. 

    Pasien positif Covid-19 masih bertambah 687 kasus pada 28 Mei. Lalu 678 kasus pada 29 Mei dan 558 kasus pada 30 Mei. Pada Ahad, 31 Mei 2020 pasien positif Covid di Indonesia bertambah 700 kasus sehingga menjadi 26.473 kasus.   

       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.