Dicopot Terawan, Masa Jabatan Dekan FK UPN Veteran Masih 2 Tahun

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pasien 01, 02 dan 03 yang dinyatakan telah sembuh dan negatif virus Corona, di RSPI, Jakarta Utara, Senin 16 Maret 2020. Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto menyatakan hasil pemeriksaan dari fisik dan laboratorium menyatakan bahwa pasien 01,02,03 sehat dan boleh dinyatakan pulang. ANTARA/Humas Kementerian Kesehatan

    Ekspresi pasien 01, 02 dan 03 yang dinyatakan telah sembuh dan negatif virus Corona, di RSPI, Jakarta Utara, Senin 16 Maret 2020. Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto menyatakan hasil pemeriksaan dari fisik dan laboratorium menyatakan bahwa pasien 01,02,03 sehat dan boleh dinyatakan pulang. ANTARA/Humas Kementerian Kesehatan

    TEMPO.CO, Jakarta - Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Erna Hernawati mengaku kaget saat menerima surat dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tentang penarikan Dekan Fakultas Kedokteran, Prijo Sidipratomo. Erna mengatakan masa jabatan Prijo sebenarnya baru berakhir pada 2022 alias dua tahun lagi. “Baru selesai Januari 2022,” kata dia saat dihubungi, Ahad, 31 Mei 2020.

    Prijo menjabat sebagai Dekan FK UPN Veteran sejak 2017. Surat penempatannya di kampus itu diteken oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pada 22 November 2017. Pada Mei 2020, Terawan mengirimkan surat penarikan terhadap mantan Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI yang pernah menjatuhkan sanksi kepadanya itu.

    Dalam suratnya, pihak Kemenkes beralasan sedang membutuhkan dokter pendidik klinis dengan spesialisasi radiologi untuk ditempatkan di unit pelaksana teknis. Posisi tersebut tergolong jabatan fungsional, bukan struktural.

    Erna mengatakan akan muncul sejumlah masalah dari penarikan yang tiba-tiba ini. Pertama, pihaknya akan kesulitan mencari pengganti Prijo untuk menduduki jabatan Dekan. Dia mengatakan pemilihan Dekan tidak bisa dilakukan secara cepat.

    Dia melanjutkan penarikan ini juga akan berimbas pada mahasiswa. Sebab, Prijo terjun langsung untuk menangani kendala belajar-mengajar yang muncul karena pandemi Covid-19. “Mahasiswa butuh penanganan khusus,” ujar dia.

    Selain itu, ia mengatakan FK juga berencana membuka program spesialisasi kedokteran dan sedang mengupayakan peningkatan akreditasi. Ia khawatir absennya Prijo yang mengikuti proses tersebut sejak awal akan mengganggu.

    Karenanya, Erna akan mengirimkan surat kepada Terawan. Isinya untuk memohon agar Terawan menunda menarik Prijo sampai jabatannya berakhir pada 2022.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.