BIN Gelar Uji Swab Massal di Surabaya

Reporter:
Editor:

Setri Yasra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengikuti test swab Covid-19 pada acara Program BNI Berbagi Swab Test gratis di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020. Petugas pengambil sampel dilengkapi dengan bilik pelindung dan pakaian APD. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Warga mengikuti test swab Covid-19 pada acara Program BNI Berbagi Swab Test gratis di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020. Petugas pengambil sampel dilengkapi dengan bilik pelindung dan pakaian APD. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama Pemerintah Kota Surabaya menggelar rapid test dan swab gratis secara massal di Jalan Gresik PPI, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jatim, Sabtu (30/5).

    "Tes massal ini adalah hari kedua setelah kemarin berlangsung di halaman Gedung Siola," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Sekretaris Utama (Sestama) BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo saat memantau jalannya rapid test dan swab di Jalan Gresik PPI.

    Menurut dia, jika terdapat warga yang hasil rapid test-nya reaktif, maka tahap berikutnya langsung dilakukan uji swab di lokasi dengan menggunakan unit mobile laboratorium PCR yang juga dibawa oleh tim BIN.

    Selain itu, Rismarini menjelaskan jika hasil dari swab ada warga yang terkonfirmasi positif corona, maka pihaknya akan membawa warga tersebut ke Asrama Haji dengan catatan pasien tersebut tanpa gejala.
    "Namun jika yang terkonfirmasi itu ada gejala atau keluhan maka langsung kami arahkan ke rumah sakit," kata dia.

    Ia juga memaparkan hasil rapid test dan swab massal yang dilakukan di halaman Gedung Siola, sekitar 7-8 orang hasil swab-nya positif. Selanjutnya, dinas terkait membawa pasien tersebut ke Hotel Asrama Haji. "Kami juga menyiapkan rumah sakit jika pasien memang memiliki gejala. Ada Rumah Sakit Husada Utama, RS Siloam Hospital, RUSD Sowandhie dan RSUD BDH," katanya.

    Bambang Sunarwibowo menambahkan  untuk saat ini ia tengah fokus di Kota Surabaya untuk mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19. Dari 500 hasil rapid test, 127 diantaranya reaktif. "Artinya jumlahnya 25,4 persen. Kami harapkan tidak ada perkembangan lagi," katanya.

    Dia berharap dalam upaya menghentikan wabah global ini semua elemen berbondong-bondong ikut serta disiplin, termasuk masyarakat ikut mengambil peran aktif dalam menerapkan jaga jarak sosial dan fisik. "Semua ini adalah tindakan kemanusiaan. Jadi kami berharap masyarakat untuk bisa menerapkan jaga jarak sosial dan fisik dimana pun berada," ujar Bambang

     ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.