Ancaman Pembunuhan di Diskusi UGM, Polri Siap Turun Tangan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019.  Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian siap turun tangan menangani ancaman teror dan pembunuhan dari orang tak dikenal kepada panitia dan pembicara diskusi Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM). Teror tersebut membuat acara diskusi yang seharusnya diadakan pada Jumat, 29 Mei 2020, batal terlaksana. 

    “Polri siap mengusut teror yang dialami oleh mahasiswa UGM yang menjadi panitia diskusi apabila ada yang dirugikan,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 31 Mei 2020. 

    Argo menerangkan, sampai saat ini belum ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan atas ancaman tersebut. Meskipun begitu, Argo mengatakan Polri telah memulai langkah penyelidikan untuk mengungkap tindakan pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat itu. 

    Sebelumnya, pelaksana kegiatan diskusi mahasiswa CLS FH UGM mendapatkan teror akan dibunuh oleh orang tak dikenal. Dekan Fakultas Hukum UGM Sigit Riyanto menjelaskan ancaman pembunuhan ditujukan kepada pelaksana kegiatan hingga keluarganya.

    Teror dan ancaman itu muncul satu hari sebelum pelaksanaan kegiatan diskusi. “Tanggal 28 Mei 2020 malam, teror, dan ancaman mulai berdatangan kepada nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan, pembicara, moderator, serta narahubung," kata Sigit. 

    Bentuk ancaman yang diterima beragam, seperti pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman penerima teror, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka.

    Teror terhadap diskusi di UGM ini kemudian mendapat berbagai kecaman dari berbagai kalangan. Seperti misalnya mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang menyebut ada pihak yang alergi atas kritik terhadap presiden.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.