Dubes RI Beberkan Cerita Sukses Penanganan Covid-19 di Jerman

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno (kiri) saat membuka pameran foto

    Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno (kiri) saat membuka pameran foto "Portrait of Indonesia: Unity in Diversity" di Oostende, Belgia, 4 Agustus 2014. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno mengungkapkan sejumlah langkah yang dilakukan Pemerintah Jerman dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

    Arief menjelaskan bahwa kasus infeksi Covid-19 pertama di Jerman terjadi pada 27 Januari 2020. Saat itu warga Jerman terinfeksi dari seorang warga Cina yang datang ke sana.

    “Pada saat ditemukan kasus pertama, pada hari itu juga Corona Crisis Team dibentuk di Jerman,” kata Arif dalam video yang disiarkan di akun Youtube BNPB hari ini, Sabtu, 30 Mei 2020.

    Pada 24 Februari, dia melanjutkan, Pemerintah Jerman menggalang dana untuk riset vaksin Covid-19. Saat ini, dana sudah terkumpul Euro 3,5 miliar.

    Kemudian pada 13 Maret 2020, Pemerintah Jerman memutuskan untuk lockdown karena banyak masyarakat yang terinfeksi Covid-19. 

    Beberapa tempat yang boleh beroperasi saat lockdown adalah penjual makanan, bahan pokok, supermarket, restoran (khusus bawa pulang), rumah sakit, klinik, dan apotek.

    Bisnis logistik juga tetap berjalan. Begitu pula layanan bahan bakar minyak.

    “Bahkan konstruksi bangunan tetap berjalan,” kata Arif.

    Pemerintah Jerman juga membolehkan masyarakat berolahraga di lapangan-lapangan yang telah ditentukan.

    Dua pekan setelah lockdown, jumlah kasus Covid-19 di Jerman mencapai 100 ribu orang. Namun, pada 28 April 2020 penambahan kasus menurun hingga 50 orang per 100 ribu penduduk. 

    Menurut Arif, data per 28 Mei 2020 menunjukkan kasus positif di Jerman 180 ribu kasus, 164 ribu pasien sembuh, dan 8.450 (4 persen) meninggal.

    Dia mengatakan capaian Jerman suatu prestasi yang mendapat pandangan positif dari internasional.

    Faktor lain yang membuat penanganan Covid-19 di Jerman dinilai bagus adalah karena infrastruktur kesehatan yang memadai.

    Mantan Dubes Belgia, Luxemburg, dan Uni Eropa tersebut menjelaskan Jerman memiliki 2 ribu rumah sakit yang dilengkapi 28 ribu tempat tidur ICU dan 25 ribu ventilator. Angka ini yang tertinggi dibanding negara Eropa lainnya di sekitar Jerman.

    Jerman bahkan kini membantu pasien dari negara tetangga, seperti Italia dan Prancis.

    Kebijakan ekonomi di Jerman juga cukup masif. Arif menyebutkan Jerman menyiapkan anggaran stabilisasi mencapai Euro 600 miliar. Sedangkan bantuan untuk UKM sebesar Euro 165 miliar. 

    Beberapa bank atas kebijakan pemerintah juga memberikan modal kerja hingga Euro 1 miliar engan jangka waktu pengembalian 10 tahun. Kebijakan yang sama berlaku untuk startup atau perusahaan rintisan.

    Pada 16 Mei 2020, Pemerintah Jerman membolehkan liga sepakbola di Jerman, Bundesliga, untuk berjalan.

    “Kita melihat sejak lockdown 13 Maret sampai Bundesliga bermain itu adalah waktu yang tidak terlalu lama, 2 bulan,” ujar Dubes Arif Havas Oegroseno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.