Ojek Online Masih Dilarang Angkut Penumpang Saat New Normal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 bidang Kewirausahaan asal Banjarmasin Muhammad Aripin sedang memakaikan masker kain ke salah satu ojek online (Foto diambil sebelum penerapan PSBB di Banjarmasin).

    Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 bidang Kewirausahaan asal Banjarmasin Muhammad Aripin sedang memakaikan masker kain ke salah satu ojek online (Foto diambil sebelum penerapan PSBB di Banjarmasin).

    TEMPO.CO, JakartaOjek online atau Ojol masih dilarang mengangkut penumpang ketika tatanan hidup baru atau new normal diterapkan. Larangan juga berlaku bagi ojek konvensional.

    Hal tersebut tertera dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman dari Covid-19 bagi ASN di Lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah.

    "Pengoperasian ojek konvensional/ojek online harus tetap ditangguhkan untuk mencegah penyebaran virus melalui penggunaan helm bersama dan adanya kontak fisik Langsung antara penumpang dan pengemudi," demikian bunyi Kepmen yang diteken Mendagri Tito Karnavian pada Rabu, 27 Mei 2020.

    Tertuang dalam keputusan tersebut, seluruh transportasi publik selain ojek wajib menjaga kebersihan interior kendaraan dan mengelola antrean pembelian tiket.

    "Pengelola transportasi harus mulai menggunakan mekanisme pembayaran tanpa uang tunai yang diharapkan akan meminimalkan risiko penularan," demikian bunyi Kepmen tersebut.

    Sementara itu, penumpang diwajibkan mencuci tangan sebelum naik kendaraan, menjaga jarak dan mengenakan masker selama di stasiun/halte maupun di dalam kendaraan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.