Risma Mencak-mencak soal Mobil PCR BNPB, Diduga Miskomunikasi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tri Rismaharini memimpin rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Gedung Sawunggaling Pemkot Surabaya, 15 Maret 2020. Tempo/KUKUH SW

    Wali Kota Tri Rismaharini memimpin rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Gedung Sawunggaling Pemkot Surabaya, 15 Maret 2020. Tempo/KUKUH SW

    TEMPO.CO, Jakarta-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma berbicara dengan nada tinggi saat berkomunikasi melalui telepon dengan seorang pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Balai Kota Surabaya, Jumat sore, 29 Mei 2020. Risma menggunakan kata ‘menyerobot’ untuk mengungkapkan kejengkelannya lantaran menilai dua unit mobil Polymerase Chain Reaktion (PCR) bantuan Badan Nasional Penanggulangan Becana (BNPB) untuk Surabaya, dibawa ke Tulungagung dan Lamongan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    Risma sempat memperlihatkan komunikasinya dengan Kepala BNPB Doni Monardo melalui WhatsApp. Dalam percakapan itu, Risma meminta kepada Doni bahwa  jika ada alat fast lab, agar dikirim ke Surabaya karena laboratorium sudah swab 1.000 orang namun hasilnya belum maksimal meski sudah tiga minggu.

    Padahal,  Risma ingin segera mengetahui hasilnya agar pasien yang positif bisa dikarantina untuk memutus rantai Covid-19. Doni pun menyanggupi dan akan mempercepat pengiriman alat tersebut. "Dimonitor, Bu. Saya percepat, Bu," kata Doni yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    Pada percakapan berikutnya, Risma mengungkapkan kekecewaanya pada Doni karena mobil tersebut digeser ke Sidoarjo. Doni menyatakan akan mengecek, karena ada dua unit mobil. “Saya cek Bu. Prioritasnya Kota Surabaya Bu. Ada dua mobil,” kata Doni dalam percakapan itu.

    “Temen-temen lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni, jadi ini saya sendiri yang memohon kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu,” kata Risma.

    Sehari sebelumnya, Kamis, 28 Mei, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah mendapatkan bantuan dua mobil PCR dari BNPB. Satu mobil PCR bernomor polisi B-7190-TDB diserahterimakan kepada Gugus Kuratif Covid-19 Pemprov Jawa Timur di halaman Rumah Sakit Lapangan Jalan Indrapura, Surabaya pada Rabu siang, 27 Mei. Adapun satu mobil lainnya diterima sehari setelahnya.

    “Alhamdulillah kami kembali mendapat bantuan dari BNPB berupa dua unit mobil PCR. Bantuan ini penting karena saat ini kebutuhan mesin PCR test untuk swab memang yang paling dibutuhkan karena validitasnya paling tinggi,” ujar Khofifah dalam siaran persnya.

    Jumat pagi, dua mobil bantuan BNPB tersebut bertolak ke Lamongan dan Tulungagung untuk melayani  swab test di dua daerah tersebut. Dalam jadwal yang diterima Tempo dari Pemprov Jawa Timur, pada Jumat, mobil  PCR tersebut memang jatahya RSUD Iskak Tulungagung dan RSUD Soegiri Lamongan.

    Dua hari sebelumnya, atau Rabu, 27 Mei, jadwal mobil melayani RS Unair dan Asrama Haji Surabaya. Sehari setelahnya, Kamis, 28 Mei, jadwal mobil di RSUD Sidoarjo dan Asrama Haji Surabaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.