Bansos Diperpanjang, Pemerintah Gelontorkan BLT Rp 2,7 Triliun

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan proses pencairan bantuan sosial berupa uang tunai di Kantor Pos Merdeka Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 6 Mei 2020. Sekitar 15 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kota Palembang menerima bantuan sosial berupa uang tunai dari Kementerian Sosial. ANTARA/Feny Selly

    Warga melakukan proses pencairan bantuan sosial berupa uang tunai di Kantor Pos Merdeka Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 6 Mei 2020. Sekitar 15 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kota Palembang menerima bantuan sosial berupa uang tunai dari Kementerian Sosial. ANTARA/Feny Selly

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan pemerintah memperpanjang program bantuan sosial terkait pandemi Covid-19 hingga Desember 2020.Sebelumnya,pemerintah menyalurkan bantuan sosial berupa bahan-bahan kebutuhan pokok dan uang tunai Rp 600 ribu hingga Juni2020.

    Juliari mengatakan dalam program bansos Juli hingga Desember, nilai bantuan akan dikurangi menjadi Rp 300 ribu per bulan, per kepala keluarga. Target bantuan sosial yaitu 1,9 juta KK sebagai penerima sembako dan 9 juta KK yang mendapatkan bansos uang tunai. Jadi total untuk uang tunai pemerintah akan menggelontorkan dana Rp 2,7 triliun.

    Sebelumnya, pemerintah menyalurkan bansos hanya hingga Juni 2020. Program bansos ini dilakukan untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Dalam program bansos tahap pertama yang dilakukan hingga Juni, tiap kepala keluarga mendapatkan bansos sembako atau uang tunai dengan jumlah total Rp 600 ribu per bulan. Keputusan perpanjangan ini diambil dalam Rapat Kabinet Terbatas yang dilakukan dengan Presiden Joko Widodo, kemarin.

    “Kemarin dalam Ratas, program ini akan dilanjutkan dari Juli hingga Desember,” kata Juliari, Jumat, 29 Mei 2020.

    Presiden Jokowi sebelumnya menggelontorkan sedikitnya empat bantuan sosial khusus yang ditujukan bagi masyarakat lapis bawah yang terimbas oleh penyebaran virus Corona atau Covid-19. Bantuan ini, kata juru bicara presiden Fadjroel Rachman, untuk membantu kelompok masyarakat lapis bawah di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

    “Bantuan pertama yaitu sebesar Rp 2,2 triliun untuk DKI Jakarta,” kata Fadjroel. Bantuan khusus ini berupa bahan pokok sembako untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan. Bantuan kedua untuk kota satelit penyangga Jakarta, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, sebesar Rp 1 triliun. Bantuan diberikan dalam bentuk sembako untuk 1,6 juta jiwa atau 576 KK sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan

    Bantuan ketiga untuk daerah di luar Jabodetabek sebesar Rp 16,2 triliun. Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada 9 juta KK yang tidak menerima Kartu Sembako dan ikut Program Keluarga Harapan (PKH). Jumlahnya sama, Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan.

    Lalu bantuan keempat sebesar Rp 21 triliun dalam alokasi dana desa. Bantuan sosial ini diberikan kepada 10 juta keluarga penerima dengan besaran yang juga sama, Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan. Maka jika ditotal, keempat bantuan ini berjumlah Rp 40,4 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.