Ridwan Kamil Izinkan 15 Wilayah Zona Hijau Memulai New Normal

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Rabu (27/5/20). (Foto: Humas Jabar).

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Rabu (27/5/20). (Foto: Humas Jabar).

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan perpanjangan ketiga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) skala provinsi, sekaligus memberi izin 15 daerah untuk memulai New Normal. “Evaluasi PSBB Jawa Barat itu dilakukan secara proporsional, karena kami ini terlalu luas wilayahnya, dan gap situasinya itu sangat besar. Ada yang padat di Kota Bandung, Depok, Bekasi, ada yang kampung-kampung, sifatnya jarang orang di pegunungan di desa-desa,” kata dia, dalam konferensi pers, Jumat, 29 Mei 2020.

    Ridwan Kamil mengatakan, evaluasi PSBB dilakukan dengan memetakan daerah berdasarkan level kewaspadaannya. Pengukuran level kewaspadaan itu berdasarkan sembilan indikator.“Ini juga hasil masukan dari ilmuan karena Gugus Tugas Provinsi mengambil keputusan berbasis data, mengambil keputusan berbasis masukan para ilmuan. Dari ilmuwan Jawa Barat itu ada sembilan yang harus diukur. Yaitu laju ODP (Orang Dalam Pemantauan), laju PDP (Pasien Dalam Pemantauan), laju kasus positif, laju kematian, laju kesembuhan, lajur reproduksi Covid-19, laju transisi, laju pergerakan lalu-lintas dan manusia, dan risiko geografis yang memang berbeda-beda,” kata Ridwan Kamil.

    Gabungan hasil pengukuran sembilan indikator itu untuk menghasilkan ukuran level kewaspadaan. “Hasilnya dari sembilan indeks ilmiah itu melahirkan lima level kewaspadaan. Level 5 hitam, 4 merah, 3 kuning, 2 biru, dan level 1 hijau. Nah kami melaporkan perkembangan yang menggembirakan. Hari ini ada 12 daerah yang sudah masuk zona kuning, yang tadinya 19 daerah. Hari ini sudah tidak ada lagi yang zona merah, yang tadinya ada 3 daerah. Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi sudah tidak lagi zona merah, hari ini sudah masuk kategori zona kuning,” kata Ridwan Kamil.

    Rinciannya, menurut Ridwan Kamil, daerah masuk zona kuning yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Indramayu, Karawang, Subang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi, serta Kota Depok.

    Sementara yang masuk zona biru adalah sisanya, yakni Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Cianjur, Kabupaten Cirebon, Garut, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya.

    “Di Jawa Barat hari ini nol zona merah, kemudian 12 zona kuning, dan Alhamdulillah ada 15 zona biru. Kalau dipresentasikan, zona biru Level 2 itu 60 persenan kurang lebih. Kemudian zona kuning sekitar 40 persen,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil menjelaskan, untuk daerah yang masuk dalam zona kuning direkomendasikan untuk melanjutkan PSBB. “Yang 40 persen yang zona kuning, karena kami ingin tetap waspada, tidak mengendurkan pengawasan, maka yang 60 persen kuning atau 12 kota/kabupaten, kami tetap rekomendasikan untuk melakukan PSBB,” kata dia.

    Sementara yang masuk zona biru, diberi izin untuk memulai New Normal. “Karena dalam kriteria ilmiah itu zona yang masuk Level 2 itu terkendali, maka 60 persen yang zona biru inilah yang kami beri izin untuk melakukan New Normal. Kami di Jawa Barat menyepakati istilahnya adalah AKB, atau Adaptasi Kebiasaan Baru,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, hasil pengukuran laju reproduksi penularan kasus Covid-19 atau Rt di Jawa Barat diklaimnya sudah mengikuti standar WHO. “Angka reproduksi Covid-19 atau Rt-nya itu sudah selama 14 hari ini rata-rata di angka 1. Bahkan 2 hari terakhir di angka 0,97, kira-kira begitu. Ini menandakan, kalau mengikuti standar WHO, maka wilayah itu masuk kategori terkendali, tentulah untuk sementara. Dan kita berharap ini permanen,” kata dia.

    Sejumlah indikator juga menunjukkan penurunan. Jumlah ODP di Jawa Barat terus turun, PDP yang dirawat di rumah sakit juga menurun. “Laju ODP turun ini berkat kinerja dari Pak Kapolda yang bisa menahan orang-orang mudik. Kita sudah membalikkan pemudik balik dari Jawa Tengah, belasan ribu kendaraan yang saya tahu, dan membantu orang tidak kembali ke Jakarta. Kemudian pasien yang positif di rawat juga turun, PDP juga turun. Ini adalah prestasi para dokter dan tenaga kesehatan di Jawa Barat yang berhasil menekan pasien-pasien tidak perlu ke rumah sakit. Sudah turun, sekarang 30,2 persen yang dirawat di ruang isolasi,” kata Ridwan Kamil.

    Menurut Ridwan Kamil, pemerintah Jawa Barat akan berkonsentrasi untuk melakukan pembatasan sosial dalam skala mikro. “Kita akan masuk kepada namanya pembatasan sosial skala mikro. Kami akan fokus ke desa-desa. Kami akan ngetes ke desa-desa, ke kampung-kampung yang masih merah. Ada 1 persen yang masih merah dari 100 persen desa di Jawa Barat, kami akan ngetes Covid-19 di sana, rapid tes, PCR, dan seterusnya,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat berbeda kondisi tiap daerahnya. “Jawa Barat daerahnya berbeda-beda. Ada pegunungan, ada dataran, ibaratnya kami ini ngasih dosis obat pada level penyakit yang beda-beda. Waktu PSBB maksimal kita mengobatinya dengan cara yang sama, setelah PSBB maksimal, kita kasih obat dosis yang beda-beda sesuai dengan level kesembuhan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.