Mabes TNI Siap Membantu Surabaya Menangani Covid-19

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AD membungkus nasi untuk dibagikan kepada warga di dapur umum PSBB Jatim di Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 28 April 2020. Dapur umum tersebut menyediakan kebutuhan makanan bagi masyarakat yang terdampak COVID-19 pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga wilayah yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Prajurit TNI AD membungkus nasi untuk dibagikan kepada warga di dapur umum PSBB Jatim di Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 28 April 2020. Dapur umum tersebut menyediakan kebutuhan makanan bagi masyarakat yang terdampak COVID-19 pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga wilayah yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Surabaya-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kunjungan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) 2 Marsekal Muda Imam Baidirus beserta rombongannya di Balai Kota Surabaya, Jumat, 29 Mei 2020. Tiba di Balai Kota Surabaya, rombongan langsung diajak menuju ruang kerja wali kota.

    Usai melakukan pertemuan tertutup, Wali Kota Risma bersama Imam Baidirus turun ke lobi. Risma juga sempat menunjukkan berbagai bantuan APD yang baru dikirimkan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). “Ini berbagai bantuan yang diterima pemkot, Pak. Ini langsung kami distribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kota Surabaya,” kata Risma dalam siaran persnya.

    Setelah menemui tamunya, Risma menuturkan bahwa kedatangan Pangkogabwilhan 2 ke Balai Kota Surabaya untuk menindaklanjuti perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar membantu Kota Surabaya, baik tenaga medis maupun sarana dan prasarana yang mungkin dibutuhkan. “Jadi, nanti kalau kita perlu (bantuan), maka bisa nanti dari Mabes didatangkan ke sini,” katanya.

    Risma berujar ia beserta jajaran Pemkot Surabaya terus fokus melakukan rapid test massal dan tes swab massal untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Melalui cara ini, Risma yakin bisa mengatasi penyebaran Covid-19.

    .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.