KPK Setor Uang Pengganti Rp 1,1 Miliar Kasus Proyek Bencana

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi korupsi

    Ilustrasi korupsi

    TEMPO.CO, Jakarta - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyetor uang pengganti dari terpidana Teuku Mochamad Nazar sebanyak Rp 1,1 miliar ke kas negara.

    Nazar membayar uang pengganti dengan mencicil dari total Rp 6,458 miliar, sesuai putusan pengadilan.

    Nazar adalah mantan Kepala Satuan kerja Tanggap Darurat Permukiman Pusat Kementerian PUPR. Dia diputus bersalah karena terbukti menerima suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum untuk penanggulangan bencana di Donggala, Sulawesi.

    “Sehingga total penyetoran (KPK) ke kas negara hingga saat ini sebesar Rp 1,1 miliar,” kata Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri hari ini, Jumat, 29 Mei 2020.

    Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menghukum Nazar 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

    Hakim menyatakan Nazar terbukti menerima suap Rp 6,7 miliar dan US$ 33 ribu dari PT Wijaya Kusuma Emindo dan PT Tashida Sejahtera Perkasa.

    Uang diberikan agar kedua perusahaaan itu ditunjuk sebagai penggarap proyek. Hakim juga mewajibkan Nazar membayar uang pengganti Rp 6,458 miliar.

    Menurut Ali, Nazar membayar uang pengganti dengan cara mencicil. Pada November 2019, Nazar membayar RP 300 juta; pada 27 Januari 2020 sebanyak Rp 400 juta dan pada Mei 2020 sebanyak Rp 400 juta.

    Ali memastikan KPK akan terus menagih uang pengganti yang belum dibayar Nazar.


  • KPK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.