Hari Ini, Kemenag akan Terbitkan Edaran Pembukaan Rumah Ibadah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kameramen mengarahkan kamera saat romo Flavianus Levi Lidi memberikan homilii pada misa Paskah di gereja santo Arnoldus Janssen, kota Bekasi, Ahad, 12 April 2020. Misa Paskah puncak memperingati kebangkitan Kristus ini ditayangkan online agar umat Katolik dapat mengikuti misa di rumah masing-masing untuk mencegah penularan penyakit Corona (COVID-19). ANTARA/Paramayuda

    Kameramen mengarahkan kamera saat romo Flavianus Levi Lidi memberikan homilii pada misa Paskah di gereja santo Arnoldus Janssen, kota Bekasi, Ahad, 12 April 2020. Misa Paskah puncak memperingati kebangkitan Kristus ini ditayangkan online agar umat Katolik dapat mengikuti misa di rumah masing-masing untuk mencegah penularan penyakit Corona (COVID-19). ANTARA/Paramayuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi akan menerbitkan surat edaran terkait rencana memfungsikan atau membuka kembali rumah ibadah.

    "Rencana kami akan menerbitkannya, Jumat sore," kata Fachrul, Kamis, 28 Mei 2020.

    Fachrul akan melibatkan pemerintah daerah, mulai dari level gubernur, wali kota, bupati hingga kecamat dan kelurahan dalam memutuskan rencana pembukaan kembali rumah ibadah.

    "Kenapa? Karena selama ini banyak sekali yang komplain, dibilang tidak adil. Masak enggak boleh salat berjamaah? Sehingga, kami berpikir mungkin adil jika kewenangan itu diberikan sampai tingkat camat dan kepala desa," kata purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat ini.

    Menurut Fachrul Razi, pembukaan kembali rumah ibadah harus mendapat rekomendasi dari camat, bupati, atau wali kota setempat sesuai level rumah ibadah tersebut.

    Syarat pemberian izin juga harus berdasarkan analisis yang matang terkait tingkat penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing. "Pokoknya, protokol kesehatan yang ketat akan kami tekankan sangat," ujar Fachrul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.