Penerapan New Normal di Semarang Berpotensi Molor

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menginterogasi sejumlah penumpang yang diduga menumpang mobil bernomor polisi palsu saat penyekatan pemudik di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah 26 Mei 2020. Satlantas Polrestabes Semarang mencatat sejak pukul 07:00 - 17:00 WIB sebanyak 276 kendaraan bermotor roda empat maupun bus yang mengangkut pemudik menuju DKI Jakarta melalui gerbang tol tersebut diperintahkan untuk memutar balik karena tidak dilengkapi surat ijin keluar-masuk (SIKM). Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    Polisi menginterogasi sejumlah penumpang yang diduga menumpang mobil bernomor polisi palsu saat penyekatan pemudik di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah 26 Mei 2020. Satlantas Polrestabes Semarang mencatat sejak pukul 07:00 - 17:00 WIB sebanyak 276 kendaraan bermotor roda empat maupun bus yang mengangkut pemudik menuju DKI Jakarta melalui gerbang tol tersebut diperintahkan untuk memutar balik karena tidak dilengkapi surat ijin keluar-masuk (SIKM). Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan skema normal baru atau new normal di Ibu Kota Jawa Tengah ini bisa mundur dari waktu yang dijadwalkan. 

    "Kalau tingkat penularannya di bawah 1 ya kita jalankan 'new normal'," kata Wali Kota Semarang di Semarang, Kamis, 28 Mei 2020.

    Namun, kata dia, jika tingkat penularan atau RO tidak bisa di bawah 1 maka bisa saja pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) diperpanjang. 

    Semarang berencana memulai "new normal" pada 8 Juni 2020, setelah PKM tahap 2 selesai dilaksanakan.

    Namun, ia mengatakan, telah terjadi penambahan 41 kasus positif baru Covid-19 dalam 10 hari terakhir di Semarang. Peningkatan kasus baru terjadi menjelang Lebaran dan mencapai puncaknya pada 28 Mei 2020.

    Oleh karena itu, kata dia, kesiapan Kota Semarang dalam melaksanakan kenormalan baru sangat bergantung pada tingkat ketertiban masyarakat dalam menjalankan SOP kesehatan. "Perlu upaya bersama, perlu pengorbanan bersama, perlu saling mengingatkan," katanya.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.