Masa Pendaftaran Anggota KY Diperpanjang, 3 Inkumben Daftar Lagi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus menemui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta pada Senin 23 Desember 2019. Tempo/Halida Bunga

    Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus menemui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta pada Senin 23 Desember 2019. Tempo/Halida Bunga

    TEMPO.CO, Jakarta-Panitia Seleksi kembali memperpanjang masa pendaftaran calon anggota Komisi Yudisial (KY) periode 2020-2025 hingga 12 Juni 2020. Tiga orang inkumben pun  mendaftarkan diri lagi.

    "Komisioner lama yang ikut mendaftar itu Bu Sukma (Violetta), Pak Joko Sasmito dan Pak Sumartoyo," kata anggota Pansel  Harkrituti Harkrisnowo via telekonferensi, Kamis, 28 Mei 2020.  Selain itu, anggota KY periode 2010-2015, Taufiqurrohman Syahuri, juga ikut mendaftar.

    Hingga saat ini sudah 97 orang yang mendaftar untuk mengikuti seleksi calon anggota KY. Mereka terdiri atas peserta laki-laki 84 orang, perempuan 12 orang, dan belum ada data 1 orang.

    Latar belakang profesi mereka yang berasal dari akademisi sebanyak 32 orang, praktisi sebanyak 24 orang, PNS sebanyak 16 orang, pekerja lembaga negara 13 orang, swasta 4 orang, lain-lain sisanya 8 orang. Pendaftar terbanyak berusia 51-55 tahun (28 orang), disusul 56-60 tahun (25 orang), 46-50 tahun (18 orang), 61-65 tahun (17 orang), dan di atas 65 tahun (6 orang). 

    ADVERTISEMENT

    Pansel pemilihan calon anggota KY ini diketuai oleh Maruarar Siahaan dengan anggota Harkristuti Harkrisnowo, Edward Omar Sharif Hiariej, Ahmad Fikri Assegaf dan I Dewa Gede Palguna. Masyarakat yang berminat menjadi calon anggota KY dipersilakan mendaftar melalui laman Administrasi Panitia Seleksi Elektronik (APEL) di www.apel.setneg.go.id.

    Dalam laman www.setneg.go.id, calon juga dapat melihat syarat pendaftaran secara lengkap dan mengunduh format daftar riwayat hidup serta surat-surat pernyataan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.