Seorang Bayi di Batam Meninggal karena Corona

Reporter:
Editor:

Setri Yasra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tengah berziarah dipemakaman dengan protokol Covid-19 di TPU Jombang, di Tangerang Selatan, Banten 25 Mei 2020. Untuk melakukan ziarah kubur pada masa pandemi Covid-19, TPU Jombang menerapkan aturan saat berziarah dengan mengenakan masker, cuci tangan saat keluar masuk pemakaman serta dibatasi maksimal 5 orang dan dibatasi waktunya 10 menit bergantian dengan peziarah lainnya. TEMPO/Nurdiansah

    Warga tengah berziarah dipemakaman dengan protokol Covid-19 di TPU Jombang, di Tangerang Selatan, Banten 25 Mei 2020. Untuk melakukan ziarah kubur pada masa pandemi Covid-19, TPU Jombang menerapkan aturan saat berziarah dengan mengenakan masker, cuci tangan saat keluar masuk pemakaman serta dibatasi maksimal 5 orang dan dibatasi waktunya 10 menit bergantian dengan peziarah lainnya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta-Seorang bayi berusia 1 tahun 3 bulan di Kota Batam, Kepulauan Riau meninggal karena Covid-19 dan menjadi bayi kedua yang berpulang karena wabah corona di kota tersebut. 

    "Seorang anak Baduta perempuan merupakan kasus baru Covid-19 nomor 98 Kota Batam," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam keterangan tertulis, Rabu 27 Mei 2020. Menurut dia,  bayi tersebut meninggal 23 Mei 2020 dalam perawatan di rumah sakit. Sedangkan hasil swab PCR-nya baru keluar hari ini.

    Muhammad Rudi menjelaskan pada Jumat (22/5), bayi dibawa ibu kandungnya berobat ke rumah sakit swasta dengan gejala demam yang disertai kejang dan mencret sejak sehari sebelumnya. Pihak rumah sakit kemudian melakukan perawatan di ruang isolasi. Namun, kondisinya semakin memburuk dengan timbulnya kejang dan kesadarannya menurun. "Oleh dokter dilakukan upaya penanganan secara optimal dengan melakukan tindakan RJP, namun pada pukul 08.40 WIB yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," kata dia.

    Selain bayi itu, terdapat 12 warga lainnya dinyatakan positif COVID-19, pada Rabu, hingga totalnya menjadi 109 orang. Pasien ke-97 yaitu lelaki 22 tahun warga Kecamatan Bengkong yang diketahui pernah berbincang-bincang selama lebih kurang 2 jam dengan temannya yang merupakan kasus terkonfirmasi positif nomor 75.

    Pasien 99 lelaki 64 tahun warga Kecamatan Nongsa dan pasien 100, lelaki 34 tahun warga Kecamatan Batam Kota. Pasien 101, 103, 104, 105, 106 dan 109 merupakan keluarga pasien dalam pemantauan yang meninggal beberapa waktu lalu. Mereka adalah perempuan 46 tahun dan 21 tahun serta lelaki 29 tahun, 19 tahun dan 25 tahun serta perempuan 17 tahun.

    Kemudian pasien 102 lelaki 41 tahun warga Kecamatan Nongsa yang pernah kontak erat dengan pasien 49 dan pasien 82. Pasien 107, lelaki ASN 30 tahun warga Kecamatan Sei Beduk. Serta pasien 108 adalah perempuan 52 tahun yang pernah kontak erat dengan pasien 49 dan 82.

    Muhammad Rudi menyatakan sesuai hasil penyelidikan epidemiologi terhadap seluruh klaster terkonfirmasi positif COVID-19, disimpulkan masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus baru. "Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit COVID-19," kata dia.

    Dia mengingatkan masyarakat senantiasa menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja, mengenakan masker jika terpaksa ke luar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.