Ridwan Kamil: Jawa Barat Mulai New Normal Pada 1 Juni

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendampingi kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Summarecon Mall Bekasi, Kota Bekasi, Selasa (26/5/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendampingi kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Summarecon Mall Bekasi, Kota Bekasi, Selasa (26/5/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat akan memulai New Normal pada 1 Juni 2020.

    “Kita akan mulai kurang lebih hari Senin, 1 Juni 2020. Sebelumnya akan kita sosialisasi. Nanti di hari kerja, di hari Senin kita mulai,” kata dia, dikutip dari rilis, Rabu, 27 Mei 2020.

    Jawa Barat menjadi salah satu dari 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota yang dipersiapkan pemerintah untuk memulai. “Selama empat atau lima hari ini kita fokus mengedukasi tentang tata cara normalitas baru itu, karena terkendalinya Jawa Barat akan terganggu jika ada euforia dalam normalitas baru,” kata Ridwan Kamil.

    Emil, sapaan mantan Wali Kota Bandung ini mengatakan, Jawa Barat ditunjuk karena dinilai mampu mengendalikan Covid-19. Salah satu parameternya adalah angka reproduksi (Rt) penyebaran.

    Menurut Emil, angka reproduksi Jawa Barat ada di 1,09. Dalam standar WHO, kata dia, angka itu bisa dianggap terkendali.

    Ia mengatakan akan fokus menjaga angka ini selama 14 hari ke depan. "Kita sudah satu minggu rasionya di angka satu. Mudah-mudahan seminggu lagi tetap ada di angka satu, sehingga bisa dalam kategori terkendali,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan, penerapan New Normal di Jawa Barat akan mengacu pada pemetaan level kewaspadaan masing-masing daerah.

    “Maka istilahnya itu bukan pelonggaran, bukan relaksasi, istilahnya itu adaptasi. Adaptasi terhadap situasi baru. Apa yang diadaptasi? Pelan-pelan, secara bertahap kegiatan ekonomi akan dibuka. Tapi dengan cara baru yang protokolnya sedang kami siapkan,” kata Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.