Covid Terkendali, Gugus Tugas Kaji Pelonggaran Aceh dan Gorontalo

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta- Juru bicara pemerintah untuk penanganan  Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan salah satu daerah yang kemungkinan diberi pelonggaran sejumlah aturan saat pandemi Covid-19. “Aceh dan Gorontalo,” kata Yurianto kepada Tempo, Rabu, 27 Mei 2020.

    Yurianto berujar kajian untuk memberikan relaksasi itu kini sedang diproses bersama Gugus Tugas di daerah. Kajian ini mencakup beberapa aspek, salah satunya epidemiologi. Secara garis besar, kata dia, ada sejumlah provinsi yang telah menunjukkan gambaran yang bagus. “Artinya tidak ada lagi secara signifikan penambahan kasus,” ujarnya.

    Daerah tersebut juga dianggap tidak memiliki perluasan wilayah yang terdampak Covid-19, dan tidak ada lagi penularan lokal yang tidak terkendali. Atas dasar itu, Yurianto menilai daerah tersebut akan diberikan relaksasi tanpa meninggalkan aspek protokol kesehatan, seperti menjaga jarak fisik, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun. Hal itu untuk menjamin masyarakat tetap aman dari Covid-19.

    Berdasarkan data Gugus Tugas per 27 Mei 2020, tak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Aceh. Secara keseluruhan, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di sana hanya 19 kasus, dengan 17 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal. Adapun Gorontalo mencatatkan penambahan kasus positif sebanyak 2 orang, pada hari ini. Sehingga total kasus di sana menjadi 60, dengan 18 kasus sembuh, dan 2 kasus meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.