PDIP Pastikan Acara Doa Bersama di Makam Soekarno Tetap Digelar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BPBD menyemprotkan cairan disinfektan di Makam Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Rabu, 18 Maret 2020. Usai dilakukan penyemprotan disinfektan, Pemkot Blitar secara resmi menutup kawasan Makam Presiden Pertama RI Soekarno guna mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA/Irfan Anshori

    Petugas BPBD menyemprotkan cairan disinfektan di Makam Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Rabu, 18 Maret 2020. Usai dilakukan penyemprotan disinfektan, Pemkot Blitar secara resmi menutup kawasan Makam Presiden Pertama RI Soekarno guna mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA/Irfan Anshori

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat, menyebut tradisi doa bersama di makam Soekarno akan tetap dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

    Tradisi itu rutin dilakukan ketika masuk ke bulan Bung Karno yang jatuh pada Juni. Sebab, Juni merupakan kelahiran Pancasila, serta wafat Soekarno.

    "Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman di Blitar, akan tetap diadakan tetapi dengan protokol Covid-19 dengan tidak melibatkan banyak orang," ujar Djarot dalam konferensi pers daring pada Rabu, 27 Mei 2020.

    Djarot menjelaskan, nantinya akan ada tiga rangkaian acara doa bersama. Pada 1 Juni, masyarakat yang terlibat akan membawa simbol tentang Pancasila dan membawa gulungan sebanyak lima buah ke makam Soekarno.

    Lalu pada 6 Juni, akan ada acara tumpengan dan doa bersama oleh masyarakat setempat di Blitar. "Biasanya masyarakat berziarah ke sana dalam rangka ulang tahun Bung Karno," kata Djarot.

    Adapun 20 Juni atau tanggal saat Soekarno wafat, masyarakat akan kembali berkumpul dan menggelar doa bersama. "Tiga acara itu saya pikir tetap berlangsung dengan kemasan baru, baik secara fisik maupun virtual," ucap Djarot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.