RS di Surabaya Kewalahan Tangani Lonjakan Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau COVID-19 di Poli Khusus Corona RSUA, Surabaya, Senin, 16 Maret 2020. Poli Khusus Corona dibuka pukul 08.00-20.00 WIB dengan batas jumlah pasien 100 orang per harinya, sebagai upaya mengoptimalkan layananan kepada masyarakat.. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Surabaya - Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia Surabaya, Arief Bakhtiar, mengatakan sejumlah rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur tak bisa menampung lonjakan pasien Covid-19.

    "Di beberapa rumah sakit, pasien masih ngendon di IGD karena masih belum bisa masuk ruang isolasi," kata Arief kepada Tempo, Rabu, 27 Mei 2020.

    Arief bercerita, peningkatan kasus mulai terasa sejak menjelang lebaran. Ia mengatakan kondisi tersebut juga terjadi di rumah sakit tempatnya bertugas, yakni di RS Dr. Soetomo dan RS Royal Surabaya.

    Arief juga mengakui tenaga medis mulai kewalahan dengan banyaknya pasien.Para tenaga medis merasakan beban kerja meningkat. Meski begitu, Arief mengatakan mereka tetap saja bekerja merawat pasien.

    "Bagaimanapun kami tenaga medis tugas kami adalah membantu orang-orang tersebut, tetap harus bekerja," ujar Arief. "Mudah-mudahan saja kami tetap diberikan kesehatan."

    Sejumlah tenaga medis di Surabaya, kata Arief, juga dikabarkan terpapar Covid-19. Meski begitu, Arief bersyukur beberapa koleganya dalam kondisi yang cukup baik sehingga bisa melakukan isolasi mandiri. "Mudah-mudahan tidak mengalami perburukan," ucap dia.

    Penumpukan pasien juga terjadi di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya. Melalui surat pemberitahuan, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Unair, Hamzah menyatakan RS Unair menghentikan sementara penerimaan pasien rujukan Covid-19.

    Tenaga kesehatan RS Unair akan difokuskan untuk merawat pasien yang saat ini sedang menjalani perawatan. Penghentian sementara ini berlaku selama 14 hari mulai 26 Mei 2020.

    Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Unair, Suko Widodo mengatakan RSUA harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan pasien baru Covid-19. Karena itulah, kata dia, perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan terjaga.

    "Bukan penutupan, tetapi penataan internal," kata Suko dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 27 Mei 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.