Bupati Salurkan BST ke Masyarakat Pasangkayu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah pusat ke masyarakat Kecamatan Pasangkayu, berlangsung di kantor kecamatan Rabu 27 Mei.

    Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah pusat ke masyarakat Kecamatan Pasangkayu, berlangsung di kantor kecamatan Rabu 27 Mei.

    INFO NASIONAL  Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa, mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah pusat ke masyarakat Kecamatan Pasangkayu, berlangsung di kantor kecamatan pada Rabu, 27 Mei 2020. Adapun total penerima BST se-Kabupaten Pasangkayu mencapai 8.400 Kepala Keluarga (KK). Penyaluran dilakukan secara bertahap, dimulai dari Kecamatan Pasangkayu.

    “Jadi ini adalah bantuan dari Presiden Jokowi, nilainya Rp 600 ribu. Penerimanya telah didata sesuai syarat dan kriteria yang telah ditentukan. Mudah-mudahan dapat meringankan beban masyarakat dimasa pandemi Covid-19 ini,” ujar Bupati Pasangkayu.

    Ia mengimbau bantuan itu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, misalnya digunakan untuk membeli bahan pokok, seperti beras, telur, gula dan bahan pokok lain, bukannya untuk memenuhi kebutuhan sekunder, seperti baju, pulsa handphone, dan lain sebagainya.

    Menurut Agus, masyarakat di masa pandemi ini harus cermat dan bijak untuk membelanjakan uang, sebab belum diketahui pasti kapan wabah mematikan itu berakhir. Seluruh dunia sedang diterpa krisis keuangan.

    Tidak hanya itu, Bupati juga meminta masyarakat tetap disiplin dan mematuhi kebijakan social distancing, terlebih menyambut tatanan normal baru (new normal) yang tidak lama lagi ditetapkan oleh pemerintah.

    “Jadi, setelah new normal ditetapkan, maka yang terjadi adalah seleksi alam, siapa yang memiliki daya tahan tubuh kuat maka dia akan bertahan. Makanya sangat penting kita tetap mematuhi social distancing, memakai masker dan rajin cuci tangan. Ini kunci memutus mata rantai Covid-19,” kata Bupati Agus. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.