Teten Masduki Jawab Kritik Farid Gaban Soal Blibli dan UMKM

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki resmi membuka acara Muslim Fashion Festival atau MUFFEST 2020 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 20 Februari 2020. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki resmi membuka acara Muslim Fashion Festival atau MUFFEST 2020 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 20 Februari 2020. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menjawab kritikan jurnalis senior Farid Gaban soal kerja sama program KUKM Hub dengan situs jual-beli online blibli.com.

    Teten mengaku tak masalah dengan kritikan Farid. “Tapi, saya menepis tudingan bahwa saya membantu konglomerasi. Saya mau bantu UMKM lewat program ini,” ujar Teten saat dihubungi Tempo pada Selasa, 26 Mei 2020.

    Teten menjelaskan, kolaborasi dengan platform e-commerce ini dilakukan sebagai bentuk dorongan terhadap masuknya UMKM ke ekonomi digital. Saat ini, ujar dia, 87 persen UMKM masih tertinggal dalam ekonomi digital. Untuk itu, kementeriannya membuka kolaborasi dengan platform e-commerce guna membantu UMKM bertahan di tengah Covid-19 dan melaju setelahnya.

    Selain Blibi, ada Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak yang turut bekerja sama melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia.

     “Program ini menggunakan skema non-APBN. Jadi, tidak ada anggaran negara dan ini bukan program pengadaan pemerintah atau tender atau biding,” ujar Teten.

    Sebelumnya, Farid mengkritik bahwa kerja sama tersebut lebih menguntungkan Blibli ketimbang pelaku usaha kecil dan menengah. Kritikan itu ditulis di media sosial. Belakangan Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melayangkan somasi kepada Farid atas tulisan tersebut.

    Adapun Farid berpendapat, toko-toko online swasta unicorn itu hampir tidak ada manfaatnya dalam pengembangan UKM lokal. Sebaliknya, kata dia, dalam prakteknya justru membahayakan kondisi ekonomi negara dan menciptakan ketergantungan atas barang impor.

    Mengutip data Indef (Institute for Development of Economics and Finance), Farid mengatakan bahwa sekitar 93 persen barang yang dijual di marketplace adalah barang impor. Produk lokal hanya 7 persen. 

    “Jadi, kerja sama itu akan lebih menguntungkan Blibli ketimbang UKM yang ingin dibela oleh Pak Menteri Teten,” ujar Farid dalam tulisan di laman Facebook-nya, dua hari lalu. Farid mengijinkan tulisannya dikutip.

    Menanggapi kritik ini, Teten mengatakan bahwa kementeriannya justru meminta market online membuat laman khusus UMKM lewat kerjasama ini. Tujuannya, agar produk-produk UMKM juga bisa terserap di pasar online.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.