1 Warga Papua Tewas Terjatuh saat Hindari Semprotan Tim Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Brigade Mobil dengan menggunakan truk Water Canon menyemprotkan cairan disinfektan kawasan Kraton Surakarta, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat 27 Maret 2020. Kegiatan tersebut sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus COVID-19. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    Kepolisian Brigade Mobil dengan menggunakan truk Water Canon menyemprotkan cairan disinfektan kawasan Kraton Surakarta, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat 27 Maret 2020. Kegiatan tersebut sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus COVID-19. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menyatakan Justin Dimara, warga Papua berusia 35 tahun tewas saat menghindari semprotan water cannon dari tim Covid-19 pada Senin lalu, 25 Mei 2020.

    Justin berlari menghindari semprotan lalu terjatuh.

    “Karena pengaruh minuman keras korban tidak dapat mengontrol keseimbangan sehingga terjatuh,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan hari ini, Selasa 26 Mei 2020.

    Ahmad menerangkan bahwa peristiwa itu bermula saat Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua mendatangi Restaurant Tenderloin, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, sekitar pukul 17.30 WIT.

    Satgas Covid-19 menerima laporan ada tiga orang yang sedang minum minuman keras di restoran tadi. Ketika diingatkan agar membubarkan diri, mereka marah dan membanting botol miras ke lantai.

    Merespons tindakan tersebut Kepolisian menyemprotkan air menggunakan Water Cannon. Saat penyemprotan itulah, Justin berlari namun kemudian terjatuh.

    Kepolisian kemudian membawa Justin ke Rumah Sakit AL DR. Soedibjo Sardadi. Korban dinyatakan tewas akibat benturan di bagian kepala, hingga mengalami pendarahan di telinga kanan dan hidung bagian kiri.

    Selanjutnya sekitar pukul 18.30 WIT pada hari yang sama, jasad Justin dibawa ke rumah duka di Distrik Jayapura Selatan untuk disemayamkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.