Kemlu - Bareskrim Selidiki Kasus ABK WNI Meninggal di Kapal Cina

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 8 Mei 2020. Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO/Hasnugara

    Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 8 Mei 2020. Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO/Hasnugara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk menyelidiki kasus meninggalnya seorang anak buah kapal atau ABK Indonesia berinisial ES yang bekerja di kapal berbendera Cina. ES meninggal di kapal itu.

    “Kemlu telah berkoordinasi Kementerian Lembaga terkait serta Bareskrim untuk penyelidikan kasus ini dan pemenuhan hak-hak Alm. ES,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha saat dihubungi Tempo pada Selasa, 26 Mei 2020.

    ES bekerja sebagai ABK kapal ikan milik Xianggang Xinhai Shipping Co. Ltd. Namun, karena kondisi kesehatan memburuk, ES kemudian dipindahkan ke kapal Chad 3 milik perusahaan Pakistan saat berada di perairan Somalia.

    Pada 22 Mei 2020, kondisi ES semakin memburuk. Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Karachi kemudian berkoordinasi dengan otoritas setempat agar segera menjemput dan membawa ABK ini ke rumah sakit setempat. Namun, malam harinya sekitar pukul 22.00 waktu setempat, ES dinyatakan meninggal di RS Zaenuddin, Karachi.

    Kementerian Luar Negeri telah menghubungi keluarga ES di Indonesia dan menyampaikan bela sungkawa serta penjelasan dan rencana lanjut sehubungan proses pemulangan jenazah.

    Saat ini, Kementerian Luar Negeri tengah berupaya menangani pemulangan jenazah ES dari Pakistan sesuai permintaan keluarga. “Proses pemulangan jenazah masih diupayakan. Situasi saat ini seluruh penerbangan internasional ditutup di Karachi untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Judha.

    ES diberangkatkan ke luar negeri oleh PT Mandiri Tunggal Bahari (MTB), yang dua pimpinannya kini telah ditetapkan Polda Jateng sebagai tersangka tindak pidana perdagangan orang. PT MTB tidak memiliki izin penempatan ABK baik dari Kementerian Perhubungan maupun Kementerian Tenaga Kerja.

    DEWI NURITA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.