2 Pedagang Pasar Antri Cimahi Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Pasar Kiaracondong yang dipadati pengunjung di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2020. Warga masih memadati pasar pada H-1 Lebaran di tengah penerapan PSBB. TEMPO/Prima mulia

    Suasana Pasar Kiaracondong yang dipadati pengunjung di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2020. Warga masih memadati pasar pada H-1 Lebaran di tengah penerapan PSBB. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan Kota Cimahi menyatakan ada empat kasus positif Covid-19 baru. Dua di antaranya merupakan pedagang di Pasar Antri Kota Cimahi.

    "Ada empat positif, dua pedagang di Pasar Antri dan dua lagi merupakan warga Cibabat," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Ahad, 24 Mei 2020. 

    Chanifah mengatakan kasus positif di pasar ini memunculkan klaster baru di kota tersebut. Dua pedagang itu merupakan perempuan berusia lanjut dari Kota Cimahi, dan laki-laki dari Kabupaten Bandung Barat.

    Saat ini, ia memastikan keduanya telah menjalani perawatan sesuai protokol Covid-19 di RSUD Cibabat Cimahi. Sebelumnya, mereka diketahui menjalani swab test di Pasar Antri.

    Chanifah mengatakan saat ini masih ada 50 pedagang di pasar itu yang masih menunggu hasil tes swab.

    Sementara itu, Dinas Kesehatan tengah melacak orang-orang yang berkontak dengan dua pedagang kelontong dan bumbu di Pasar Antri. Tracing sendiri dilakukan lantaran keduanya masih beraktivitas hingga hasil tes keduanya keluar pada Sabtu, 23 Mei 2020.

    Saat ini, Pemerintah Kota Cimahi bertindak dengan menutup operasional Pasar Antri selama 14 hari ke depan demi mencegah perluasan mata rantai Covid-19.

    "Kita harus lakukan sterilisasi pasar dan kios. Sambil melacak pedagang. Sekalipun yang positif hanya satu, tapi pasar pasti tetap akan ditutup," kata dia.*


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.