Menristek: Mari Gotong Royong Jaga Ketahanan Terhadap Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kanan) Kepala Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia Laksana Tri Handoko, Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, dan perwakilan dari Quad Convex meluncurkan gelaran Indonesia Science Expo (ISE) 2020 di Auditorium LIPI, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2020. TEMPO/Khory

    (Dari kanan) Kepala Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia Laksana Tri Handoko, Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, dan perwakilan dari Quad Convex meluncurkan gelaran Indonesia Science Expo (ISE) 2020 di Auditorium LIPI, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2020. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, menyampaikan ucapan Idul Fitri 1441 Hijriah. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergotong royong menghadapi Covid-19.

    "Mari bergotong royong menjaga ketahanan masyarakat terhadap Covid-19," kata Bambang kepada Antara di Jakarta, Ahad, 24 Mei 2020.

    Bambang berharap seluruh masyarakat Indonesia tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19 dalam merayakan Idul Fitri.

    Meski tidak dapat berjumpa karena wabah, Bambang tetap bersilahturahmi dengan para menteri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, lewat virtual, yakni menggunakan Whatsapp.

    Dia juga menjaga silahturahmi dengan keluarga di daerah lain melalui dalam jaringan.

    Di tengah pandemi Covid ini, Bambang melakukan Salat Idul Fitri di rumah. "Lebaran kali ini memang berbeda dari biasanya karena pandemi," kata Bambang di akun instagramnya. "Dengan kerendahan hati, di hari yang fitri ini, izinkan saya dan keluarga memohon maaf atas segala kesalahan. Selamat Idul Fitri 1441 H."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.