Pesan Perawat di Hari Lebaran: Hargai Kami Jangan Sampai Masuk RS

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter dan tenaga medis memastikan kenyamanan dan keamanan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum memasuki ruang isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    Dokter dan tenaga medis memastikan kenyamanan dan keamanan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum memasuki ruang isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu perawat Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Anitha Supriono, merasakan Idul Fitri tahun ini amat berbeda lantaran terjadi di tengah pandemi Covid-19.

    Anitha, yang bertugas merawat pasien positif Covid-19 di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSPI Sulianti Saroso tetap bertugas di momen Lebaran ini. "Kebetulan saya dapat tugas jaga di hari Lebaran, saya masuk sore ini," kata Anitha kepada Tempo, Ahad, 24 Mei 2020.

    Anitha bercerita, di tahun-tahun biasa, ia pasti mengambil cuti lebaran. Kalaupun tak mudik ke kampung halamannya di Soroako, Sulawesi Selatan, ia biasa bertandang ke rumah saudara untuk silaturahmi.

    Menurut Anitha, selama pandemi Covid-19 rumah sakit tak memberikan jatah cuti kepada para tenaga medis. Mereka pun tetap bertugas seperti hari biasa untuk merawat pasien.

    Anitha pun mengakui ada sedih yang dia rasakan di momen Idul Fitri hari ini. Ia kangen menyantap ketupat dan opor masakan ibundanya yang biasa menjadi hidangan khas Lebaran. Namun hari ini, selain salat Idul Fitri dari rumah, tak ada lagi yang dia lakukan selain mempersiapkan diri untuk pergi bertugas.

    "Sedih begitu rasanya lebaran sendiri, biasanya berkumpul," ujar perempuan lajang yang juga tinggal seorang diri ini.

    Meski begitu, Anitha berujar para tenaga medis yang kebagian dinas jaga biasanya membuat perayaan kecil. Ada saja yang membawakan makanan untuk disantap bersama. Pihak rumah sakit pun membagikan makanan.

    "Kalau sampai rumah sakit biasanya ada beberapa teman yang bawa makanan, opor ayam, ketupat. Jadi (rindu) terobati sedikit," ucap Anitha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.