JK: Pandemi Covid-19 Hantam Ekonomi Semua Kelas Masyarakat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan menunggu konsumen di sebuah kios telepon seluler yang masih buka di antara kios yang tutup saat merebaknya wabah COVID-19 di Terminal Blok M, Jakarta, 13 April 2020. Tak bisa mengelak, sektor UMKM adalah sektor yang paling pertama terdampak wabah COVID-19 karena ketiadaan kegiatan di luar rumah oleh sebagian besar masyarakat. Kondisi tersebut diperparah dengan kendala impor bahan baku dan barang modal dari China yang menjadi episentrum pandemi. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

    Karyawan menunggu konsumen di sebuah kios telepon seluler yang masih buka di antara kios yang tutup saat merebaknya wabah COVID-19 di Terminal Blok M, Jakarta, 13 April 2020. Tak bisa mengelak, sektor UMKM adalah sektor yang paling pertama terdampak wabah COVID-19 karena ketiadaan kegiatan di luar rumah oleh sebagian besar masyarakat. Kondisi tersebut diperparah dengan kendala impor bahan baku dan barang modal dari China yang menjadi episentrum pandemi. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan masyarakat di tiga kelompok ekonomi sama-sama terimbas pandemi Covid-19.

    "Sehingga solidaritas masyarakat untuk donasi tak terlalu tinggi karena semua daerah dan semua orang terkena imbas," kata JK dalam diskusi dengan bersama Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso yang disiarkan di Instagram Tempo pada Sabtu, 23 Mei 2020.

    Ia mengatakan masyarakat kelas bawah barangkali tak memiliki tabungan untuk hidup lebih dari satu bulan tanpa bekerja.

    Adapun masyarakat kelas menengah, kata dia, juga menghemat tabungan untuk cadangan hidup selama enam bulan. Sedangkan masyarakat kelas atas yang bisa berinvestasi kini tengah menunggu.

    Hal yang sama, kata JK, juga terjadi saat krisis ekonomi 1998. Ketika itu, JK mengatakan hanya tiga negara di Asia yang terkena dampak sedangkan negara lain masih dapat dimintai bantuan.

    "Sekarang (di tengah pandemi Covid-19) kita minta ke mana? Memalukan kan kalau kita minta ke Jepang, Amerika Serikat," kata dia. "Jadi sekarang kemandirian sangat penting, jangan mengharap ke mana-mana."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.