Jokowi dan Kemenag Gelar Takbiran Virtual Sambut Idul Fitri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat muslim berpawai sambil memukul kentungan saat malam takbiran menjelang Lebaran di kawasan Kampung Jawa, Denpasar, Bali, Kamis, 14 juni 2018. Pawai menyambut Idulfitri 1439 H itu dilakukan secara sederhana dengan mengelilingi kawasan Masjid Baiturrohman di Kampung Jawa. ANTARA/Wira Suryantala.

    Umat muslim berpawai sambil memukul kentungan saat malam takbiran menjelang Lebaran di kawasan Kampung Jawa, Denpasar, Bali, Kamis, 14 juni 2018. Pawai menyambut Idulfitri 1439 H itu dilakukan secara sederhana dengan mengelilingi kawasan Masjid Baiturrohman di Kampung Jawa. ANTARA/Wira Suryantala.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menggelar Takbir Virtual Nasional dan Pesan Idul Fitri dari Masjid Istiqlal, Sabtu, 23 Mei 2020. Kegiatan ini diambil karena takbiran yang umumnya dilakukan secara massal, tak bisa digelar karena adanya pandemi Covid-19.

    "Menyambut hari kemenangan 1 Syawal 1441 Hijriah, Kemenag berharap seluruh umat muslim tetap dapat bersuka cita meskipun kita harus melaluinya di tengah pandemi," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Kamaruddin mengatakan takbir virtual ini rencananya akan diikuti oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin melalui sambungan video conference. Menteri Agama Fachrul Razi dan Wamenag Zainut Tauhid, serta beberapa tokoh-tokoh muslim pun rencananya ikut dalam takbiran tersebut.

    Kegiatan yang akan dimulai sejak pukul 19.30 WIB ini juga akan menghadirkan imam besar Istiqlal, Nasaruddin Umar. "Tayangannya akan disiarkan live melalui akun youtube dan Fanpage resmi Kementerian Agama, serta tv pool TVRI," ujar Kamaruddin.

    Kamaruddin menuturkan, takbir virtual ini diharapkan dapat mengobati kerinduan umat muslim terhadap ritual malam takbiran yang biasanya dilakukan jelang 1 Syawal. "Jadi malam ini kita bisa tetap bertakbiran bersama meski lewat virtual. Mari kumandangkan takbir dari rumah kita masing-masing dengan suka cita," ajak Kamaruddin.

    Sebelumnya, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19. Protokol kesehatan mengharuskan tak adanya kerumunan yang harus dipatuhi oleh warga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.