JK: 2 Bulan Anggap Enteng Covid-19, Kita Kehilangan Golden Time

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan di asrama Sekolah Tinggi Teknologi Bethel, Jakarta, Jumat 17 April 2020. Penyemprotan disinfektan pada kawasan tersebut sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 setelah adanya 34 mahasiswa penghuni asrama itu yang positif virus corona. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan di asrama Sekolah Tinggi Teknologi Bethel, Jakarta, Jumat 17 April 2020. Penyemprotan disinfektan pada kawasan tersebut sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 setelah adanya 34 mahasiswa penghuni asrama itu yang positif virus corona. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan kecepatan sangat penting dalam menangani wabah Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia.

    Ia mengatakan, kecepatan akan berpengaruh terhadap besar-kecilnya masalah yang dihadapi.

    JK pun menyinggung jumlah kasus Covid-19 yang kecil di Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, dan New Zealand. Menurut JK, negara-negara tersebut berhasil karena mulai merespons Covid-19 sejak bulan Januari.

    "Kita masih berdebat Januari Februari, ini penting, tidak penting, menganggap enteng. Dua bulan kita kehilangan," kata JK dalam diskusi yang disiarkan lewat Instagram Tempo.co pada Sabtu, 23 Mei 2020.

    JK mengatakan pemerintak terkesan menyia-nyiakan golden time di awal-awal terjadinya bencana. Dia mencontohkan Vietnam yang cepat merespons dengan mulai mengisolasi satu kecamatan di bulan Januari.

    "(Golden time) awal-awal. Jadi sedikit, isolasi cepat. Di Vietnam karena cepat Januari dia isolasi hanya satu kecamatan, bisa dia kontrol, kemudian lockdown Hanoi, Ho Chi Minh," ucap JK.

    JK mengimbuhkan, begitu pula yang terjadi di Taiwan dan New Zealand. Per hari ini, tercatat tidak ada korban meninggal akibat Covid-19 di Vietnam. Korban meninggal di Taiwan dan New Zealand berturut-turut sebanyak 7 orang dan 21 orang. "Amerika karena telat akibatnya begini," kata JK. Jumlah korban meninggal Covid-19 di Negeri Abang Sam itu mencapai 97 ribu orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.