Kritik Bansos Sembako, Jusuf Kalla: BLT Bantuan Terbaik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato ilmiah saat penganugerahan Doktor Honoris Causa (HC) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Senin, 13 Januari 2020. JK menyampaikan orasi ilmiahnya dengan tema Mendorong Produktivitas, Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa.  ANTARA/M Agung Rajasa

    Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato ilmiah saat penganugerahan Doktor Honoris Causa (HC) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Senin, 13 Januari 2020. JK menyampaikan orasi ilmiahnya dengan tema Mendorong Produktivitas, Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta _ Jusuf Kalla mengatakan bantuan pemerintah untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 sebaiknya dalam bentuk BLT aau bantuan langsung tunai, bukan sembako.

    Ia sekaligus menyinggung program pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang mengemas bantuan di dalam tas.

    "Yang terbaik BLT, bantuan langsung tunai. Tak usah pakai tas," kata mantan Wakil Presiden itu dalam diskusi bersama Tempo hari ini, Sabtu, 23 Mei 2020.

    JK menuturkan bantuan uang BLT juga dapat dibelanjakan langsung di daerah sehingga berkontribusi mendorong perputaran roda ekonomi di desa.

    Adapun bansos berupa sembako, menurut JK, hanya menguntunkan industri-industri besar, seperti industri biskuit, sarden, dan mie instan.

    Bantuan dalam bentuk uang juga lebih cepat disalurkan dengan dikirim langsung ke rekening masyarakat.

    "Mau kasih hidup orang atau kasih gambar. Itu aja," ucap JK ihwal kemasan sembako.

    Hanya saja, JK mengatakan, memang BLT sulit untuk dipublikasikan seperti halnya sembako.

    "Memang susah (pembagian) BLT pakai (diliput) TV. Tapi (BLT) efektif," ucap mantan wakil presiden dua periode ini.

    Bantuan sosial dari pemerintah selama ini memang dikemas dengan tas atau logo yang menunjukkan instansi asal penyalur bantuan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.