Nasaruddin Jelaskan Hukumnya ke Masjid saat Wabah Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi (kanan) berbincang dengan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar  saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H/2019 M di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menteri Agama Fachrul Razi (kanan) berbincang dengan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H/2019 M di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan bahwa salat atau pergi ke masjid di masa pandemi Covid-19 itu hukumnya sunnah. Sedangkan memelihara kesehatan dan keselamatan jiwa adalah wajib.

    “Beragama yang benar adalah mendahulukan wajib baru sunnah. Menolak bahaya lebih utama daripada mengejar manfaat,” kata Nasaruddin dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB hari ini, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Menurut Nasaruddin, umat Islam tidak boleh terlalu egois dalam beragama. Jika ada umat yang memaksakan diri ke masjid pada saat pandemi karena ingin mendapat pahala, dia berpendapat, orang itu berpotensi menyetor penyakit ke anggota keluarganya ketika pulang.

    “Kasihan ibu dan bapak kita yang sudah tua, daya tahan tubuhnya sudah kurang. Mungkin kita sehat, tapi orang tua jadi korban."

    Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar meminta umat Islam menggunakan dialektika Nabi Muhammad dalam menjalankan perintah agama.

    Nasaruddin pun mengajak umat Islam agar menghemat umur, berikhtiar, dan memilih takdir yang lebih baik dan prospektif. Dicontohkannya, lebih baik memilih takbiran dan salat Idul Fitri di rumah selama pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.